kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Hipmi: Alih teknologi dalam kerja sama IA-CEPA harus jalan


Minggu, 05 Juli 2020 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. teknologi peralatan industri. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendorong komitmen alih teknologi. Hal itu dalam rangka penerapan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA). Alih teknologi memang menjadi salah satu yang didorong dalam kerja sama tersebut.

"Harus ada komitmen dari pemerintah Australia untuk alih teknologi, sampai sekarang ukuran secara kualitatif mengenai alih teknologi belum terlihat cukup jelas," ujar Wakil Ketua Hipmi Anggawira saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (5/7).

Baca Juga: Catatan Hipmi atas kebijakan relaksasi kredit

Alih teknologi penting untuk mendorong produksi di Indonesia. Terutama bagi sektor agrikultur yang juga menjadi salah satu impor terbesar Indonesia dari Australia. "Harus menjadi perhatian terutama untuk produk pertanian," terang Anggawira.

IA-CEPA sendiri memang dinilai harus dipandang lebih hati-hati. Terutama dalam konteks agrikultur yang dapat diproduksi Indonesia.

Dalam IA-CEPA terdapat pembukaan akses dan perlindungan investasi. Sehingga mendorong masuknya investor Australia ke Indonesia terutama di sektor-sektor yang diminati Australia seperti pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, kesehatan, industri, konstruksi, energi, pertambangan, dan pariwisata.

Baca Juga: HIPMI: Perlu adanya instrumen monitoring dan evaluasi PMK No 71 tahun 2020

Sedangkan dari segi people to people dan pembangunan sumber daya manusia, Indonesia juga akan mendapatkan program kerja sama ekonomi. Hal itu seperti pendidikan vokasional dan program magang yang disusun berdasarkan kebutuhan sektor Industri Indonesia.

Juga tersedianya visa magang di sembilan profesi di sektor prioritas dan adanya visa work and holiday. Sembilan sektor prioritas yaitu pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, pengembangan infrastruktur, kesehatan, energi, pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan komunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×