CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hipmi: Alih teknologi dalam kerja sama IA-CEPA harus jalan


Minggu, 05 Juli 2020 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. teknologi peralatan industri. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendorong komitmen alih teknologi. Hal itu dalam rangka penerapan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA). Alih teknologi memang menjadi salah satu yang didorong dalam kerja sama tersebut.

"Harus ada komitmen dari pemerintah Australia untuk alih teknologi, sampai sekarang ukuran secara kualitatif mengenai alih teknologi belum terlihat cukup jelas," ujar Wakil Ketua Hipmi Anggawira saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (5/7).

Baca Juga: Catatan Hipmi atas kebijakan relaksasi kredit

Alih teknologi penting untuk mendorong produksi di Indonesia. Terutama bagi sektor agrikultur yang juga menjadi salah satu impor terbesar Indonesia dari Australia. "Harus menjadi perhatian terutama untuk produk pertanian," terang Anggawira.

IA-CEPA sendiri memang dinilai harus dipandang lebih hati-hati. Terutama dalam konteks agrikultur yang dapat diproduksi Indonesia.

Dalam IA-CEPA terdapat pembukaan akses dan perlindungan investasi. Sehingga mendorong masuknya investor Australia ke Indonesia terutama di sektor-sektor yang diminati Australia seperti pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, kesehatan, industri, konstruksi, energi, pertambangan, dan pariwisata.

Baca Juga: HIPMI: Perlu adanya instrumen monitoring dan evaluasi PMK No 71 tahun 2020

Sedangkan dari segi people to people dan pembangunan sumber daya manusia, Indonesia juga akan mendapatkan program kerja sama ekonomi. Hal itu seperti pendidikan vokasional dan program magang yang disusun berdasarkan kebutuhan sektor Industri Indonesia.

Juga tersedianya visa magang di sembilan profesi di sektor prioritas dan adanya visa work and holiday. Sembilan sektor prioritas yaitu pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, pengembangan infrastruktur, kesehatan, energi, pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan komunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×