kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hilmi Aminuddin dipanggil bersaksi lagi hari ini


Senin, 21 Oktober 2013 / 07:18 WIB
ILUSTRASI. Gejala awal gigitan tomcat dan cara mengobati gigitan tomcat.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sidang perkara suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq, kembali berlanjut, Senin (21/10/2013).

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, mengagendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi. Rencananya, Jaksa kembali memanggil Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

Hal itu, diungkapkan Penasihat Hukum Luthfi, Muhammad Assegaf melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin pagi. Menurutnya, Jaksa juga berencana menghadirkan anggota Majelis Syuro PKS Jazuli Juwaini.

"Saksi untuk sidang Ustaz Hilmi Aminuddin, Herma Yudhi Ireanto, Jazuli Juwaini, dan Budiyanto," kata Assegaf.

Assegaf mengungkapkan, sidang dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 wib, dan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Gusrizal Lubis.

Untuk diketahui, Kamis (17/10/2013) pekan lalu, jaksa sudah memanggil Hilmi dan anaknya, Ridwan Hakim untuk bersaksi untuk Luthfi. Namun, saat itu, Hilmi serta Ridwan Tidak hadir dalam persidangan. Hilmi mengirim surat pemberitahuan alasan ketidakhadirannya itu.

Nama Hilmi dan Ridwan, sering disebut-sebut sejumlah saksi dalam kasus ini. Bahkan, beberapa percakapan yang disadap KPK kerap menyebut nama keduanya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×