kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Hidayat: Kalau naik 100% justru aneh


Senin, 04 Februari 2013 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. PPATK ungkap transaksi narkoba sudah tembus Rp 120 triliun. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak membantah hasil survei yang menyebutkan perolehan suara partai tersebut terjun bebas. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menilai hasil tersebut rasional mengingat pihaknya sedang tersandung masalah saat ini.

"Saya kira dalam posisi semacam ini, publik menilai seperti itu ada rasionalisasinya lah. Justru aneh kalau lagi begini PKS naik 100%," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2).

Hidayat mengatakan masyarakat saat ini sering terbawa emosi terkait pemberitaan di media. Apalagi, kata Hidayat, berita mengenai Mantan Presiden Luthfi Hasan Ishaaq sangat luar biasa.

"Jadi publik diaduk-aduk perasaannya," katanya.

Hidayat juga mengaku telah mengunjungi daerah-daerah. Ia mencontohkan saat datang ke Sumatera Utara dimana orang yang ditemui tidak terpengaruh dengan pemberitaan PKS.

"Mereka enggak terpengaruh dengan isu Jakarta. Mereka yakin akan pilih PKS dan enggak ada masalah dengan PKS. Menurut mereka itu masalah pribadi bukan partai," imbuhnya.

Diketahui, SRMC melakukan survei kepada WNI yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel 1.220 berdasarkan jumlah sampel ini diperkirakan margin of error sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan 6-20 Desember 2012.

Saat ditanyakan kepada responden bila pemilu diadakan saat ini maka Golkar mendapatkan suara sekitar 21%, diikuti PDIP dengan 18% kemudian Demokrat 8%.

Selanjutnya Gerindra dengan 7%, PKB 5%, Nasdem 5%, PPP 4%, PKS 2%, PAN 1% dan Hanura 1%. Sedangkan partai lain rata-rata dibawah 0,5%. (Ferdinand Waskita/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×