kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hatta yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 6%


Rabu, 24 November 2010 / 19:10 WIB
ILUSTRASI. Mahaka Media


Reporter: Hans Henricus | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa optimis, pertumbuhan ekonomi tahunan (year on year) pada kuartal keempat 2010 akan di atas 6%. Menurut Hatta, jika angka itu tercapai, pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 6%.

Hatta menjelaskan, faktor utama pendorong pertumbuhan di penghujung tahun itu adalah belanja pemerintah. "Kuartal keempat ini kita optimistis belanja pemerintah akan tinggi," ujar Hatta usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Rabu (24/11).

Memang, kuartal keempat merupakan kesempatan terakhir bagi seluruh Kementerian/Lembaga untuk membelanjakan bujet mereka. "Kita yakin (belanja) pada akhir tahun pasti mencapai sasaran 96% sampai 97%," kata mantan Menteri Sekretaris Negara itu.

Hatta mengungkapkan, hingga akhir bulan Oktober lalu, penyerapan anggaran belanja tahun 2010 telah mencapai sekitar 56% sampai 60%. Cuma, dia mengingatkan, pencapaian itu tidak mencerminkan realisasi proyek, melainkan hanya realisasi penyerapan anggaran (spending).

Dia menambahkan, umumnya, ada gap sekitar 10% sampai 15% antara realisasi spending dengan realisasi proyek. "Bisa karena penagihan yang terlambat dan sebagainya," terang Hatta.

Hatta menegaskan, pemerintah tetap optimistis, tingkat penyerapan anggaran belanja pemerintah meningkat pada kuartal keempat 2010.

Selain itu, Hatta bilang pada kuartal keempat tahun 2010, hasil penghematan anggaran belanja rutin akan mulai terlihat, khususnya untuk bujet perjalanan ke luar negeri. Ada beberapa cara untuk menghembat bujet. Di antaranya membatasi jumlah peserta, membatasi waktu kunjungan, dan membatasi pertemuan di hotel.

Hatta menghitung, jika pemerintah bisa menghemat anggaran selain belanja modal sebesar 10% saja, nilai penghematan itu bisa mencapai sekitar Rp 60 triliun." Angka itu besar, bisa dialihkan untuk membeli barang modal, pembangunan infrastruktur," terang politisi Partai Amanat Nasional itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×