kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Hatta: Wisata religi Palestina masih menarik


Sabtu, 01 Maret 2014 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi keuangan digital. KONTAn/Muradi/2017/04/18


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kedatangan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah ke Indonesia merupakan peluang untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Salah satu kerjasama yang ingin ditingkatkan adalah wisata religi.

Pemerintah menyadari tingginya keinginan masyarakat Indonesia untuk melakukan wisata religi ke Palestina patut dilihat sebagai peluang yang baik untuk meningkatkan kerjasama dengan Palestina. "Saya melihat potensi wisata religi itu sekarang sudah 40.000 orang per tahun. Data itu tercatat resmi masuk ke Palestina," ujar Hatta, Jumat (28/2).

Ia mengatakan sebagian wisatawan Indoensia yang mengunjungi Palestina itu melalui Yordania. Potensi religi ini ke depan dinilai masih akan meningkat. Selain bidang religi, kedua negara juga akan meningkatkan kerjasama terkati people to people contact. "Kita melakukan pelatihan di sini, sudah lima tahun terakhir dan ini akan dikembangkan lima tahun ke depan," tambahnya.

Sementara kerjasama di bidang ekonomi masih dikaji lebih jauh, karena Palestina bukanlah negara merdeka dan masih dalam status perang dengan tetangganya Israel. Padahal, Palestina memiliki deposit minyak dan gas yang bisa diolah oleh kedua negara. Tapi saat ini potensi itu belum bisa dikelola karena faktor keamanan.

Kendati begitu, Hatta bilang, kedua negara sepakat memulai sesuatu dengan membentuk komisi yang membahasa perihal apa saja yang bisa dikembangkan dalam waktu dekat. Komisi ini lebih seperti working group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×