kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.261   39,00   0,23%
  • IDX 7.058   -48,71   -0,69%
  • KOMPAS100 958   -3,37   -0,35%
  • LQ45 683   -3,28   -0,48%
  • ISSI 255   -2,26   -0,88%
  • IDX30 377   -2,15   -0,57%
  • IDXHIDIV20 462   -3,23   -0,69%
  • IDX80 107   -0,41   -0,38%
  • IDXV30 135   -0,93   -0,68%
  • IDXQ30 120   -1,07   -0,88%

Hatta: Stok kedelai harus segera disalurkan


Selasa, 10 September 2013 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Hari Bumi.Tema Hari Bumi 2022 dan sejarah Hari Bumi.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa meminta pihak-pihak terkait untuk segera menambah supply dan menyalurkan stok kepada para perajin tahu dan tempe.

"Yang pertama supply ditambah. Stok yang ada disalurkan segera untuk para perajin tahu dan tempe," kata Hatta kepada wartawan di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Selain itu, Hatta juga mengaku pemerintah telah membicarakan tentang harga yang bisa diserap oleh para perajin tahu dan tempe. Terkait dengan pemogokan nasional perajin tahu dan tempe, Hatta mengungkapkan dirinya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengenai masalah itu.

"Kemarin Mendag sudah bertemu dan menjelaskan juga kepada saya. Akan ada respons untuk memasok kepada koperasi-koperasi atau perajin tahu dan tempe," ujarnya.

Seperti diketahui, harga kedelai saat ini menembus harga Rp 10.000 per kilogram. Harga normal kedelai kira-kira mencapai sekitar Rp 7.000 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai ini berakibat pada keputusan para perajin untuk berhenti berproduksi. Mereka melakukan mogok nasional antara 9 hingga 11 September 2013. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×