kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.844   -56,00   -0,33%
  • IDX 8.011   75,56   0,95%
  • KOMPAS100 1.131   13,75   1,23%
  • LQ45 820   3,96   0,49%
  • ISSI 283   4,99   1,79%
  • IDX30 426   0,05   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,44   -0,47%
  • IDX80 126   1,19   0,95%
  • IDXV30 139   0,25   0,18%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Hatta: Menkeu Sangat Dibutuhkan di Kabinet


Senin, 21 Desember 2009 / 10:16 WIB
Hatta: Menkeu Sangat Dibutuhkan di Kabinet


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tampaknya sulit dicari pengganti. Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak permintaan Pansus Angket Bank Century agar Sri Mulyani Indrawati nonaktif, giliran Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengomentari desakan itu.

Hatta mengatakan, posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan sangat diperlukan untuk menyelesaikan agenda pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam menuntaskan program 100 hari pemerintah di bidang ekonomi. "Menkeu sangat dibutuhkan," ucap Hatta usai menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Halim Perdanakusuma, Minggu (20/12).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, Presiden sudah sangat jelas menyatakan bahwa Menteri Keuangan harus tetap konsentrasi dalam menjalankan tugasnya menyukseskan agenda ekonomi nasional. "Menkeu harus fokus bekerja," imbuh Hatta.

Sebelumnya, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Presiden SBY menegaskan Wakil Presiden Boediono dan Menkeu Sri Mulyani tidak perlu non aktif. Menurut SBY, penonaktifan dalam arti pemberhentian sementara Wakil Presiden tidak diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×