kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Hashim Dorong RI Tingkatkan Produksi Biochar, Ini Urgensinya!


Minggu, 23 Agustus 2026 / 14:28 WIB
Hashim Dorong RI Tingkatkan Produksi Biochar, Ini Urgensinya!
ILUSTRASI. Ketua Umum Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII),Hashim Djojohadikusumo (Dok/Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) mendorong peningkatan kapasitas produksi biochar nasional guna merespons lonjakan permintaan komoditas pembenah tanah tersebut dari pasar global.

Langkah penguatan ekosistem pembenah tanah dan penyerapan karbon (carbon removal) ini dinilai menjadi peluang strategis untuk mengokohkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi hijau dunia.

Penguatan industri domestik tersebut diakselerasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ABII dan Holding BUMN Spesialis TIC, IDSurvey, untuk membangun laboratorium pengujian bertaraf internasional.

"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global," ujar Ketua Umum ABII, Hashim Djojohadikusumo, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).

Hashim memaparkan, urgensi peningkatan produksi tersebut didorong oleh tingginya permintaan impor dari berbagai negara maju yang menghadapi keterbatasan pasokan pembenah tanah.

Baca Juga: Pemerintah Akan Bahas Batasan Kandungan Logam Tanah Jarang untuk Ekspor Senin (3/8)

Negara-negara seperti Jepang hingga Arab Saudi kini membidik komoditas biochar dari Indonesia untuk mendukung program penghijauan lahan kering serta retensi kelembapan tanah di wilayah mereka.

Inisiatif kerja sama standardisasi dan sertifikasi bersama IDSurvey menjadi kunci utama agar kualitas produk biochar Indonesia dapat diakui secara konsisten oleh pasar dunia.

"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas baik," tegas Hashim.

Sementara itu, Executive Director ABII, Phil Rickard, menyampaikan bahwa rencana peningkatan produksi Biochar RI ke depan bakal membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Baca Juga: Terganjal Ekspor Logam Tanah Jarang, Pemerintah: 85 Laporan Surveyor Sudah Terbit

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan biochar berkembang dari sebuah teknologi menjadi sebuah industri, dan kini menuju sebuah ekosistem. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan seluruh anggota ABII, kami percaya Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin biochar dan carbon removal di tingkat global," kata Phil.

Selain memperkuat industri biochar, ABII juga terus mendorong penerapan biochar pada sektor pertanian melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Climate-Smart Agriculture, termasuk integrasi biochar dengan praktik Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi emisi metana. 

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mengakselerasi implementasi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi karbon di Asia Pasifik.

Baca Juga: Bahlil Buka Suara Ihwal Prahara Ekspor Mineral Ikutan Logam Tanah Jarang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×