kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Hariyadi Sukamdani: Pengusaha tak dirugikan kewajiban DHE


Rabu, 21 November 2018 / 00:20 WIB
ILUSTRASI. Hariyadi Sukamdani


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani merespons positif  kebijakan yang mewajibkan pengusaha meletakkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri, dalam paket kebijakan ekonomi XVI.

"Pengusaha tidak dirugikan kok, kan bisa stay di dollar, menurut saya fair," jelas Hariyadi Sukamdani kepada Kontan.co.id, Selasa (20/11).

Apalagi, menurutnya yang ditambahkan dalam kebijakan ini adalah sektor sumber daya alam (SDA) seperti perikanan, pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Pasalnya, pengusaha dalam sektor tersebut menggarap kekayaan negara. Sehingga perlu diatur.

"Karena menggarap kekayaan negara dan mereka tidak dirugikan. Bukan hambatan itu, kalau nggak diatur juga nggak ada yang mau bawa DHE ke Indonesia," jelas Hariyadi.

Apalagi ketentuan itu tidak mewajibkan pengusaha menukar uangnya ke rupiah. Sehingga risiko bagi pengusaha juga tidak terlalu besar. Setiap mereka membutuhkan dollar, nilai mereka aman.

Pemerintah baru saja mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI. Salah satu kebijakan tersebut mewajibkan para eksportir komoditas sumber daya alam (SDA) untuk memasukkan dan menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam Sistem Keuangan Indonesia (SKI).

Ditempatkanya DHE dalam SKI ini bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional serta meningkatkan persepsi positif terhadap perekonomian nasional. Pemerintah klarifikasi hanya 25 bidang usaha yang terbuka PMA 100%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×