kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harus ada kebijakan non harga atasi pangan


Sabtu, 07 September 2013 / 15:32 WIB
Harus ada kebijakan non harga atasi pangan
ILUSTRASI. Pengunjung melihat All New Honda HR-V varian RS. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk mengatasi krisis kedelai di Indonesia, tidak cukup hanya dengan kebijakan harga. Rachmat Pambudy, Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), mengatakan pemerintah harus memiliki kebijakan non harga.

Pemerintah harus menjamin ketersediaan benih, pupuk, dan lahan untuk petani untuk membudidayakan tanaman pangan tersebut.

"Nah dasar-dasar kebijakan non harga itu harus dipenuhi dulu. Termasuk kalau ada kredit harus dipenuhi," ujar Rachmat dalam diskusi 'Lunglai Karena Kedelai' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (7/9).

Setelah kebijakan non harga, lanjut Rachmat, pemerintah kemudian harus membuat kebijakan harga dengan menjamin harga kedelai atau pertanian agar menguntungkan petani.

"Jadi kalau kita lihat semua komoditas pertanian kita, harganya bagus petani akan beramai-ramai menanam. Jadi harga harus dijamin dengan baik," tukasnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×