kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.770   77,00   0,44%
  • IDX 6.464   26,76   0,42%
  • KOMPAS100 853   2,60   0,31%
  • LQ45 649   1,87   0,29%
  • ISSI 224   1,17   0,52%
  • IDX30 361   1,69   0,47%
  • IDXHIDIV20 451   3,15   0,70%
  • IDX80 97   0,30   0,31%
  • IDXV30 124   0,73   0,59%
  • IDXQ30 116   0,64   0,56%

Hari Kedua IHCBS 2026 Sinergi AI dan Manusia Jadi Kunci Utama Produktivitas Bisnis


Kamis, 17 September 2026 / 11:29 WIB
Hari Kedua IHCBS 2026 Sinergi AI dan Manusia Jadi Kunci Utama Produktivitas Bisnis
ILUSTRASI. Kontan - IHCBS Kilas Online (Dok. IHCBS/IHCBS)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan sederet tokoh nasional dan internasional. Forum bergengsi ini diinisiasi oleh Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), OneGML, QuBisa, dan Kontan.

Berlangsung pada 16 September 2026 di NICE PIK 2, hari kedua IHCBS 2026 menjadi kelanjutan dari pembahasan mengenai transformasi manusia dan teknologi yang diangkat dalam summit tahun ini. Mengusung tema “Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next Level Productivity”, berbagai sesi dihadirkan untuk membahas bagaimana organisasi dapat mengoptimalkan AI sekaligus memastikan manusia tetap menjadi bagian utama dari perjalanan transformasi.

Hari kedua dimulai dengan Update Blueprint & Recommitment bersama Yunus Triyonggo, Chairman of Steering Committee GNIK. Sesi ini menjadi momentum untuk memperbarui perspektif sekaligus memperkuat kembali komitmen dalam membangun human capital yang mampu menjawab perubahan kebutuhan organisasi dan dunia kerja. Dr. Yunus Triyonggo membagikan tentang 3 pelajaran utama dihari partama IHCBS yaitu bagaimana berkolaborasi, betapa masifnya perkembangan AI di dunia dan continues learning di era AI.

Rangkaian hari kedua kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Lembagai Administrasi Negara RI (LAN RI), Dr Muhammad Taufiq. Beliau mengatakan IHCBS bukan sekedar conference melainkan kesempatan untuk memikirkan bagaimana memenangkan Indonesia untuk menghasilkan talenta unggul.

Selanjutnya IHCBS Award 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan/organisasi/pemimpin yang menunjukkan praktik human capital unggulan.

Kontan - IHCBS Kilas Online

Penghargaan ini menjadi bagian penting dari IHCBS 2026 dalam mendorong semakin banyak organisasi untuk menghadirkan praktik human capital yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Pemenang IHCBS Award untuk kategori Enterprise, National Workforce Employability Multiplier adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Entrepreneurial Ecosystem Accelerator adalah PT Paragon Technology and Innovation dan untuk Human-Centric Digital Productivity Pioneer adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pada kategori individu, National Employability Champion pemenangnya adalah Lianawaty Suwono dan Employment Creation Architect pemenangnya adalah Harman Subakat. Untuk Special Recognition pemenangnya adalah SMK Mitra Industri MM2100 – Workforce Employability Game Changer dan Rr. Dwi Kuntari – Emerging Regional Employment Creator.

Pak Cipta Wahyana, Managing Director Kontan, selaku perwakilan juri IHCBS Award memberikan pernyataan bahwa pada prinsipnya penghargaan ini adalah gerakan produktifitas yang mendorong perusahaan untuk menjaring masyarakat menciptakan lapangan kerja dan membangun budaya entrepreneur. Pak Suwardi Luis, CEO of One GML & Founder QuBisa, juga menambahkan ucapan selamat pada pemenang yang tidak hanya menginspirasi tetapi ikut membangun jejaring yang lebih baik.

Salah satu sorotan utama hari kedua IHCBS 2026 hadir melalui sesi International Inspire: “Talent Advantage = AI x HI: Harnessing Human Ingenuity to Unlock Next-Level Productivity” bersama Dave Ulrich, Father of Modern HR dan salah satu management guru terkemuka dunia, dengan Suwardi Luis sebagai moderator.

Dalam sesi ini, Dave Ulrich membahas bagaimana organisasi dapat membangun talent advantage dengan mengombinasikan kekuatan AI dan human ingenuity. Di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pekerjaan, keunggulan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan manusia untuk berpikir, berinovasi, berkolaborasi, dan menciptakan nilai baru. Dave Ulrich mengatakan bahwa ada pivot points yang akan dihadapi oleh HR yakni HR tidak hanya tentang HR tetapi juga tentang membuat nilai (creating value) untuk orang lain, mengintegrasikan kemampuan manusia (human capability) dan Agenda evolusi AI and human capability.

Kontan - IHCBS Kilas Online

“HI (Human Ingenuity) is people. HI have vision of the future, innovation in the presents, emotion/empathy in relationship and wisdom in decisions and judgment.” – Dave Ulrich, Father of Modern HR.

Pandangan tersebut memperkuat pesan utama IHCBS 2026 bahwa pemanfaatan AI bukan semata tentang menggantikan cara kerja lama dengan teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat memperbesar kapasitas manusia dan mendorong produktivitas ke tingkat yang lebih tinggi.

Pembahasan kemudian berlanjut melalui sesi National Inspire: “Human-Centric Digitalization: Turning Technological Potential into Measurable Productivity” bersama On Lee, CEO & CTO GDP LABS.

On Lee menyoroti bagaimana organisasi perlu memastikan bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata dan terukur terhadap produktivitas.

Teknologi tidak hanya dipakai karena perkembangannya tetapi karena kepentingan untuk mencapai tujuan perusahaan. Digital Employee (DE) dibentuk dari kebiasaan karyawan yang dapat dipercaya (trusted employee behaviour) ditambah dengan AI strength (speed, scale and 24/7 availability).

"Human-Centric Digitalization included empower people, keep people in charge, approve critical actions, apply ai governance, build skill and trust, measure real value." – On Lee, CEO & CTO GDP LABS.

Perubahan teknologi juga membawa konsekuensi terhadap dunia kerja. Isu tersebut dibahas secara lebih kritis melalui Battle Session bertajuk “AI vs Human Leadership: Does Investment in Technology Hurt Employment Opportunities?” yang menghadirkan Chandra Ming, Founder Jobseeker Company, dan Estiarty Haryani, Staff Ahli Kementerian Ketenagakerjaan.

Diskusi ini mengangkat pertanyaan penting mengenai hubungan antara investasi teknologi dan kesempatan kerja. Ketika AI semakin banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi, organisasi dan tenaga kerja juga dituntut untuk mempersiapkan kompetensi baru serta beradaptasi terhadap perubahan peran pekerjaan.

“I think we need to get ready for this. Perubahan pasti ada yang reaktif. Kita perlu adjust diri kita karena orang yang menggunakan AI-lah yang akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI” – Chandra Ming, Founder Jobseeker Company

“AI sebagai salah satu tools dan tidak automatically mengurangi kesempatan kerja tetapi kita perlu meng-counter kemungkinan ini terjadi. Perlu mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk menjawab perubahan teknologi untuk meningkatkan produktifitas.” - Estiarty Haryani, Staff Ahli Kementerian Ketenagakerjaan.

Perspektif lain mengenai transformasi digital hadir dalam Top Executive Talk Show: “Investing in Digital Infrastructure to Accelerate the Productivity Ecosystem” bersama Pandu Patria Sjahrir, BA, MBA, CIO Danantara, dengan Glory Oyong sebagai host.

Diskusi menyoroti pentingnya investasi pada infrastruktur digital sebagai fondasi dalam membangun ekosistem produktivitas yang lebih kuat. Perkembangan teknologi membutuhkan dukungan ekosistem yang memungkinkan organisasi dan masyarakat untuk memanfaatkan digitalisasi secara optimal.

“Danantara is a very good case study. We are not yet prepared to face perfect competition (in the age of AI). Di Danantara, we create a sense of urgency. We want to make sure you can compete globally. We are here to remove your safety net. The best way to create diamond itu harus diasah setiap hari.” – Pandu Patria Sjahrir, BA, MBA, CIO Danantara.

Selanjutnya pembahasan dalam National Inspire Talkshow: “Next Gen Leaders: Bridging AI Intelligence with Merah Putih Heart” bersama Prof. Stella Christie, PhD berdiskusi menyoroti peluang Indonesia menghadapi perkembangan AI apakah Indonesia sudah siap untuk menghadapi perubahan yang cepat ini. Pertumbuhan AI itu eksponensial dan bukan linear. Indonesia memiliki peluang besar untuk computing power (data centre) dan kebutuhan energi.

“Kita perlu menyiapkan Human Capital saat ini. Kalau tidak kita akan termaginalisasi kita akan kalah dan Indonesia akan mengalami hal yang tidak diinginkan.” – Prof. Stella Christie, PhD, Vice Minister of Higher Education, Science and Technology. ‘

Pembahasan selanjutnya membahas survey yang telah dilakukan sepanjang IHCBS oleh Vlad Hatieganu, CEO of Impactum Insights. Diskusi menyoroti penggunaan AI di perusahaan – perusahaan dan bagaimana perubahan pekerjaan (job changes) memang tidak bisa dihindari tetapi kemampuan manusia masih bernilai (human skills are still valued).

Mengakhiri Mega Sessions IHCBS hari kedua ditutup oleh Cipta Wahyana, Managing Director Kontan. Cipta menyampaikan bahwa setelah IHCBS, peserta dapat melakukan langkah nyata seperti memilih satu masalah bisnis dan me-redesign satu proses kerja, melibatkan pekerja sejak awal dan mengukur dampak yang benar.

Melalui rangkaian agenda hari kedua, IHCBS 2026 mempertegas bahwa perjalanan menuju next-level productivity membutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Organisasi perlu membangun kombinasi yang kuat antara AI, human ingenuity, talenta, kepemimpinan, dan strategi digital agar transformasi mampu menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×