kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Hari ini, Bawaslu bahas dugaan curi start Jokowi


Senin, 02 Juni 2014 / 10:28 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan Tempur Kavaleri Bradley Angkatan Darat AS meninggalkan kapal selama operasi rotasi Atlantic Resolve di pelabuhan Riga, Latvia, 16 Oktober 2019. REUTERS/Ints Kalnins


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menggelar rapat pleno untuk membahas rencana pemanggilan dan pemeriksaan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa, Senin (2/6).

Pemanggilan itu terkait ajakan memilih nomor 2 yang disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam pengambilan nomor urut di Gedung KPU,Minggu (1/6). Sementara, terkait Ali Masykur akan dibahas kehadrannya pada forum tersebut, mengingat jabatannya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Rencana hari ini akan ada rapat untuk memanggil Jokowi dan Ali Masykur. Nanti di rapat itu akan kami bahas apa perlu memanggil dan memeriksa dua orang itu. Biar dikirimkan surat pemanggilan," ujar Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak di Jakarta, Senin (2/6).

Tetapi, ia mengaku belum tahu pasti pukul berapa rapat itu akan digelar. Nelson mengatakan, Bawaslu harus mengkaji apakah ada pelanggaran kampanye dalam pernyataan Jokowi itu. Mengingat, masa kampanye baru dimulai Rabu (4/6) yang akan datang.

"Tapi, sementara ini, belum bisa ditetapkan bahwa itu kampanye. Karena, pernyataan itu disampaikan secara spontan," katanya.

Adapun soal Ali Maskur, ia mengatakan, kehadiran yang bersangkutan memang bukan saat kampanye. Namun, kehadiran Ali Maskur dalam rombongan capres nomor urut 1 Prabowo dinilai tidak patut. Nelson mengatakan, sebagai anggota BPK, tidak seharusnya Ali Masykur ikut dalam kegiatan pemilu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×