kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga Pertamax Sebenarnya Bisa Tembus Rp 17.000, Begini Penjelasan Pertamina


Senin, 11 Mei 2026 / 06:45 WIB
Harga Pertamax Sebenarnya Bisa Tembus Rp 17.000, Begini Penjelasan Pertamina
ILUSTRASI. Pertamina klaim harga jual Pertamax saat ini jauh di bawah nilai keekonomiannya.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, mengakui spread yang semakin lebar antara harga jual eceran dengan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax saat ini. Bahkan, dengan pelemahan kurs rupiah dan tensi geopolitik, harga keekonomian Pertamax ditaksir bisa melampaui level Rp 17.000 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, estimasi harga keekonomian tersebut sangat mungkin terjadi jika mengacu pada pergerakan harga pasar saat ini. Sebagai gambaran, terdapat selisih yang cukup signifikan jika membandingkan harga Pertamax dengan varian di atasnya.

"Bisa bahkan bisa lebih (dari Rp 17.000), mengacu harga pasar dan berkaca pada analogi pada saat harga Pertamax Rp 12.300, harga Pertamax Turbo Rp 13.100, nah sekarang harga Turbo 19.900 di Jakarta," kata Roberth saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026, Ini Detail Perubahannya

Terkait beban subsidi untuk Pertalite yang saat ini dijual Rp 10.000 per liter namun harga keekonomiannya mencapai Rp 16.088 per liter, Roberth menyebut nilainya sangat fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurs rupiah yang menyentuh Rp 17.300 per dolar AS serta iklim geopolitik global.

"Untuk Pertalite akan mengikuti perkembangan harga ya, karena dengan adanya kondisi geopolitik angka subsidi ini terus bergerak mengikuti iklim geopolitik. Sementara untuk Pertamax sementara ditanggung Pertamina dan diganti oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan," jelas dia.

Mengenai ketahanan harga tersebut, Roberth menegaskan, posisi Pertamina sebagai operator yang mengikuti regulasi pembuat kebijakan. 

"Sampai kapannya (harga Pertalite dan Pertamax ditahan) adalah saat ini Pertamina sebagai Badan Usaha Pemerintah dan sebagai operator akan mengikuti dan patuh pada arahan Pemerintah tentunya. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Pemerintah ke Pertamina," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Padjajaran Yayan Satyakti bilang, terdapat selisih yang cukup lebar antara harga jual saat ini dengan harga keekonomian. 

Berdasarkan prediksi perhitungannya per April lalu, harga batas atas Pertalite berada di level menyentuh Rp 16.968 per liter, sedangkan Pertamax berada di angka Rp 17.080 per liter.

Baca Juga: Lima Pos Siaga Penolong Jemaah Indonesia di Kawasan Masjid Nabawi

"Perhitungan ini berdasarkan formula yang digunakan oleh Kepmen ESDM saat ini. Di mana harga BBM ditentukan oleh harga MOPS, nilai tukar, dan bobot alpha-nya yang ada di Kepmen ESDM tersebut," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×