kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.807   31,00   0,18%
  • IDX 8.352   119,87   1,46%
  • KOMPAS100 1.165   25,92   2,27%
  • LQ45 833   19,62   2,41%
  • ISSI 300   4,82   1,63%
  • IDX30 431   9,10   2,16%
  • IDXHIDIV20 510   9,10   1,82%
  • IDX80 129   3,08   2,44%
  • IDXV30 139   2,36   1,73%
  • IDXQ30 139   3,02   2,22%

Harga minyak turun ke US$ 11,82 per barel, pemerintah masih tenang-tenang saja


Selasa, 21 April 2020 / 03:50 WIB
Harga minyak turun ke US$ 11,82 per barel, pemerintah masih tenang-tenang saja
ILUSTRASI.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah di pasar global semakin jatuh di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Kondisi Ini tentu semakin menekan pemasukan negara di tengah perlambatan ekonomi. 

Berdasarkan data Kantor Berita CNBC, pada Senin (20/4) malam, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2020 turun ke level US$ 11,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Pentingnya THR bagi kelompok masyarkat yang belum tersentuh program pemerintah

Harga minyak mentah ini merupakan level terendah baru dalam 21 tahun terakhir.

Penurunan ini akan mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP). Sementara dalam skenario berat pemerintah, ICP tahun ini bisa tertekan ke level US$ 38 per barel dan tertekan ke level US$ 31 per barel dalam skenario sangat berat.

Baca Juga: Realisasi investasi Indoensia 2020 masih terganjal pandemi virus corona Covid-19

Jika harga minyak bertahan rendah akan berdampak pada penerimaan negara.

Berdasarkan sensitivitas asumsi dasar makro di Nota Keuangan dan APBN 2020, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 barel akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 3,6 triliun-Rp 4,2 triliun.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×