kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Harga minyak turun ke US$ 11,82 per barel, pemerintah masih tenang-tenang saja


Selasa, 21 April 2020 / 03:50 WIB
Harga minyak turun ke US$ 11,82 per barel, pemerintah masih tenang-tenang saja
ILUSTRASI.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah di pasar global semakin jatuh di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Kondisi Ini tentu semakin menekan pemasukan negara di tengah perlambatan ekonomi. 

Berdasarkan data Kantor Berita CNBC, pada Senin (20/4) malam, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2020 turun ke level US$ 11,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Pentingnya THR bagi kelompok masyarkat yang belum tersentuh program pemerintah

Harga minyak mentah ini merupakan level terendah baru dalam 21 tahun terakhir.

Penurunan ini akan mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP). Sementara dalam skenario berat pemerintah, ICP tahun ini bisa tertekan ke level US$ 38 per barel dan tertekan ke level US$ 31 per barel dalam skenario sangat berat.

Baca Juga: Realisasi investasi Indoensia 2020 masih terganjal pandemi virus corona Covid-19

Jika harga minyak bertahan rendah akan berdampak pada penerimaan negara.

Berdasarkan sensitivitas asumsi dasar makro di Nota Keuangan dan APBN 2020, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 barel akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 3,6 triliun-Rp 4,2 triliun.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU

[X]
×