kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45756,38   -11,60   -1.51%
  • EMAS1.009.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.30%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga migas dan lifting turun, penerimaan negara akhir Mei tergerus


Rabu, 17 Juni 2020 / 13:35 WIB
Harga migas dan lifting turun, penerimaan negara akhir Mei tergerus
ILUSTRASI. Ilustrasi lifting migas

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dan gas alam (Migas) yang turun dan lifting Migas yang merosot membuat penerimaan negara tergerus. Hal ini salah satunya tercermin pada pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan realisasi penerimaan PNBP Sumber Daya Alam (SDA) sampai dengan akhir Mei 2020 mencapai Rp 49,3 triliun, anjlok 24,2% year on year (yoy) dibanding periode sama tahun lalu yakni Rp 65 triliun.  

Khusus untuk penerimaan PNBP SDA Migas kontraksi 24,4% yoy dengan realisasi sebesar Rp 38,9 triliun, turun dalam dibanding akhir Mei 2019 yang realisasinya sebesar Rp 51,4 triliun. 

Baca Juga: Pendapatan negara hingga bulan Mei 2020 turun akibat pandemi corona

Adapun harga minyak mentah Indonesia (ICP) sampai dengan akhir Mei 2020 senilai US$ 41 per barel, lebih rendah daripada yang ditetapkan pada pagu APBN 2020.

Kendati demikian, harga ICP tentunya dipengaruhi oleh harga minya global yang juga dalam tren melemah. 

Sebagai gambaran, harga minyak Brent di pasar spot sepanjang bulan Mei lalu menguat 39,81% dengan posisi harga di akhir bulan di level US$ 35,33 per barel. 

Namun secara year to date (ytd), harga minyak masih minus 93,7%, di mana harga akhir tahun lalu harga minyak Brent senilai US$ 68,44 per barel. Sementara, bila harga minyak akhir bulan lalu juga lebih rendah 38,2% dibanding harga pada akhir Mei 2019 yang mencapai US$ 64,49 per barel.   

Di sisi lain, rata-rata lifting minyak sampai akhir Mei 2020 sebanyak 710.000 barel per hari, di bawah target pemerintah yang mencapai 755.000 barel per hari. Sejalan, lifting gas hanya 1.025 per Mmbtu per hari, lebih rendah dari pagu di APBN sebanyak 1.191.

Baca Juga: Harga minyak turun karena kasus baru corona meningkat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penurunan harga minyak global memang menjadi kendala penerimaan negara sepanjang tahun ini.  

“Ini adalah suatu tekanan di sektor migas, meski kurs mengalami pelemahan itu tidak cukup, tapi penurunan harga minyaknya sangat drastis sempat di bawah US$ 30 per barel, US$ 20 pe rbarel, bahkan minus,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN, Selasa (16/6).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×