kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Harga cabai makin pedas, Kementan: Pekan depan harga akan turun


Minggu, 03 Januari 2021 / 19:10 WIB
ILUSTRASI. Saat ini, harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masih menunjukkan tren kenaikan.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya menurunkan harga cabai. Saat ini, harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masih menunjukkan tren kenaikan.

Kementan menargetkan harga cabai akan kembali turun pada pekan depan. "Harga cabai memang naik dan akan kembali turun minggu kedua Januari ini," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi kepada Kontan.co.id, Minggu (3/1).

Agung mengatakan, kondisi stok pangan Indonesia saat ini masih aman. Meski pun terdapat pembatasan akses, tak akan mempengaruhi ketersediaan pangan. "Pangan kita aman (walau pun ada pembatasan akses)," terang Agung.

Baca Juga: Danareksa Research Institute prediksi inflasi di Desember 2020 capai 0,37%

Sebelumnya Kementan juga mengantisipasi merosotnya produksi pangan akibat pengaruh cuaca. Kementan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) unuk memetakan cuaca yang kerap menjadi masalah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, seluruh komoditas pangan akan dapat diamankan pada tahun 2021.

"Bukan hanya beras yang terpenuhi tapi komoditas lain selalu tersedia," ungkap Syahrul.

Khusus untuk beras, kata Syahrul, pemerintah telah menyiapkan pasokan dari musim tanam 1 dan 2 yang digarap pada Januari - Juni 2020. Stok hasil produksi tersebut mencapai 7,4 juta ton.

Selanjutnya: Inflasi Desember 2020 diprediksi sebesar 0,42% mom

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×