kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Harga BBM Naik, Jokowi: Akan Menambah Inflasi 1,8%


Rabu, 07 September 2022 / 10:49 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) terbaru di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar bersubsidi, dan Pertamax pada akhir pekan lalu. 

Presiden Joko Widodo mengakui, penyesuaian subsidi BBM yang sudah diumumkan tersebut akan berimbas pada inflasi. Ia membeberkan, menurut hitungan para menteri, penyesuaian harga BBM ini akan menambah inflasi sekitar 1,8%. 

“Saya rasa memang momok bagi semau negara adalah inflasi. Penyesuaian subsidi BBM yang sudah kita umumkan, menurut hitungan para menteri, akan menambah inflasi sekitar 1,8%,” tegasnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia: Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia, Rabu (7/9). 

Nah, untuk menjaga tingkat inflasi, Jokowi tidak akan tinggal diam. Dirinya akan melakukan intervensi. Ia menyebut, intervensi yang dilakukan bisa dari level daerah. Daerah bisa bergerak dengan menyisihkan 2% dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk atasi inflasi dan untuk penyaluran bantuan sosial. 

Baca Juga: Jokowi: Neraca Dagang dengan China Akan Surplus pada Tahun Ini

Ada juga belanja tidak terduga yang bisa digunakan untuk mengatasi inflasi, seperti untuk menutup biaya transportasi dan menutup biaya distribusi. 

Jokowi mengenang, ini juga pernah dilakukan olehnya. Pada saat itu, harga bawang merah naik imbas kenaikan biaya transportasi. Untuk menekan peningkatan harganya, pemerintah daerah kemudian menutup biaya transportasi. 

“Dengan demikian, harga bawang merah di pasar bisa sesuai dengan harga di petani, karena harga transportasi ditutup oleh pemerintah daerah. Kalau semua pemda seperti itu, saya yakin inflasi terjaga baik,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×