kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Harga BBM bisa turun kalau PPn dikurangi


Senin, 05 Oktober 2015 / 22:52 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi VII Satya Wira Yudha menilai harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar bisa berkurang.

Cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengurangi Pajak Pertambahan Nilai (PPn) 10% menjadi 5%. "Kita minta komponen pajak yang dikurangi. Itu yang paling masuk akal," ujar Satya di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Satya jika harus menurunkan harga BBM jenis Premium tanpa mengurangi aspek lainnya, tidak mungkin bisa dilaksanakan. Mengacu UU, Satya memaparkan PPn maksimum diambil 10% dan bisa dikurangi menjadi 5%. "Kalau dilihat dari sisi harga minyak, nggak bisa langsung diturunkan," kata Satya.

Sedangkan untuk harga Solar Rp 6.250 per liter, dilihat data perhitungan Indonesian Crude Price (ICP). Padahal harga yang dijual saat ini masih bertengger di angka Rp 6.900.

Satya memaparkan bahwa harga solar belum bisa diturunkan dengan mudah. Menurut Satya penyesuaian harga solar mengacu pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Saya nggak yakin tuh (bisa diturunin segitu). Saya lebih yakin dia bisa kalkulasi berdasarkan nilai kurs," kata Satya. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×