kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.090   44,00   0,26%
  • IDX 6.970   -19,39   -0,28%
  • KOMPAS100 958   -6,69   -0,69%
  • LQ45 702   -5,82   -0,82%
  • ISSI 249   -0,60   -0,24%
  • IDX30 383   -5,46   -1,41%
  • IDXHIDIV20 473   -8,55   -1,78%
  • IDX80 108   -0,76   -0,70%
  • IDXV30 131   -1,83   -1,38%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,76%

Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Lakukan Penyesuaian Fuel Surcharge Hingga 38%


Senin, 06 April 2026 / 15:45 WIB
Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Lakukan Penyesuaian Fuel Surcharge Hingga 38%
ILUSTRASI. Uji Terbang Pesawat Berbahan Bakar Bioavtur (Dok/PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI))


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge sebesar 38% imbas kenaikan harga avtur akibat perang di Timur Tengah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kebijakan ini telah disepakati bersama dengan pelaku usaha di sektor transportasi udara khususnya penerbangan domestik.

"Kami tidak sepihak dalam menetapkan kenaikan fuel surcharge, ini adalah bentuk koordinasi dan masukan dari pihak airlines," jelas Dudy dalam Konferensi Pers Kebijakan BBM di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak 72,45%, INACA Minta Pemerintah Segera Naikkan Fuel Surcharge

Lebih lanjut, Dudy juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perekonomian dan Menteri Keuangan yang juga berkenan untuk menghapus biaya masuk untuk suku cadang pesawat.

Dengan kebijakan ini, pihaknya berharap biaya operasional maskapai bisa ditekan di tengah gejolak kenaikan harga energi dunia.

“Kami juga berharap kebijakan ini bisa menjaga keseimbangan antara maskapai kita dan juga memberikan perlindungan bagi masyarakat,” jelas Dudy.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga tiket pesawat hanya naik 9% hingga 13%, di tengah kenaikan harga avtur.

Airlangga menegaskan kebijakan ini dilakukan sejalan dengan harga-harga avtur di berbagai negara yang sudah mengalami peningkatan.

Baca Juga: Harga Avtur Naik, Pemerintah Jaga Kenaikan Tiket Pesawat Maksimal Hingga 13%

Misalnya saja di di Thailand sudah mencapai Rp 29.518 per liter, di Filipina mencapai Rp 25.326 per liter. Sementara itu, Airlangga mencatat di Bandara Soekarno Hatta, harga avtur mencapai Rp 23.551 per liter.

“Tentunya kalau tidak menyesuaikan, di berbagai maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan, perbedaan harga tersebut,” tutur Airlangga.

Ia menjelaskan, melihat kondisi tersebut, Kementerian Perhubungan akhirnya menaikkan fuel surcharge sebesar 10% dibandingkan angka batas tarif tahun 2019. Selanjutnya disesuaikan kembali menjadi 38%.

Airlangga menjelaskan, fuel surcharge kini berlaku sama untuk pesawat jet maupun propeler. Sebelumnya, porsi untuk jet hanya 10% dan propeler 25%, namun kini keduanya telah disesuaikan menjadi 38%.

Baca Juga: Harga Avtur Meroket, Bahlil Sebut Harga Indonesia Lebih Kompetitif dari Tetangga

“Oleh karena itu pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis, agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi pemerintah yang kita jaga adalah harga tiketnya,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×