kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Hakim tolak tangani gugatan


Rabu, 11 Juni 2014 / 09:09 WIB
ILUSTRASI. Pengusaha kripto China Justin Sun bersedia membelanjakan US$ 1 miliar untuk membeli aset milik Digital Currency Group (DCG)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Gugatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melawan PT Mitra Integrasi Kompetindo (MIK) untuk membatalkan pendaftaran hak cipta materi program komputer di Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat akhirnya kandas. Hakim memutuskan tidak berwenang mengadili sengketa itu. Alasannya, sudah ada perjanjian antara kedua pihak untuk menyelesaikan melalui jalur lain.

Kasus ini berawal ketika AAJI dan PT MIK bekerjasa membuat materi program komputer di bidang perasuransian tahun 2005-2006. Mereka menghasilkan tiga program, yakni berjudul: Pelatihan Sertifikasi Keagenan Asuransi Jiwa Produk Tradisional; Pelatihan Sertifikasi Keagenan Asuransi Jiwa Terbatas, serta Pelatihan Sertifikasi Keagenan Asuransi Bancassurance.

Dalam perjalanannya, MIK mengklaim sebagai pemilik hak cipta program tersebut. AAJI pun keberatan, lalu mengajukan gugatan pada awal Maret 2014 yang intinya meminta pengadilan membatalkan pemilikan hak cipta oleh MIK.

Namun, Ketua Majelis Hakim Suwidya yang memimpin persidangan kasus ini memutuskan, menolak menangani kasus ini. Alasannya, MIK dan AAJI sudah memiliki kesepakatan jika terjadi permasalahan akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (Bani). "PN Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara ini," ujar Suwidya dalam amar putusannya, Selasa (10/6).

Kuasa hukum AAJI, Nurwidiatmo keberatan dengan putusan ini. "Kami pasti akan melakukan upaya hukum lain, kami akan kasasi," ujarnya usai persidangan.

Kuasa hukum MIK, Henry Togi Situmorang mengatakan putusan majelis hakim tersebut sudah tepat. Menurutnya, putusan ini juga menegaskan bahwa hak cipta program komputer tersebut tetap milik MIK. Ia juga meyakini, AAJI tetap tidak akan berhak atas hak cipta program itu. Soalnya, dalam persidangan AAJI gagal menunjukkan bukti-bukti pendahuluan terkait pemilikan hak cipta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×