kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Hakim konstitusi diperiksa tertutup, ini alasannya


Kamis, 10 Oktober 2013 / 21:09 WIB
Hakim konstitusi diperiksa tertutup, ini alasannya
ILUSTRASI. Melatih fokus merupakan hal yang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa aplikasi ponsel berikut ini.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap kepada Ketua MK nonaktif Akil Mochtar, Kamis (10/10). Kali ini, pihak yang diperiksa adalah dua hakim konstitusi yang berada satu panel dengan Akil, yakni Maria Farida Indriarti dan Anwar Usman.

Bersama Akil, mereka menangani dua perkara yang kini membuat Akil menjadi tersangka dan ditahan di Rutan KPK, yakni sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak, Banten.

Majelis Kehormatan juga akan memeriksa staf panitera yang menangani dua sengketa tersebut. Lantas, kenapa pemeriksaan dilakukan secara tertutup? Padahal di hari-hari sebelumnya, pemeriksaan terhadap saksi lainnya dilakukan secara terbuka, bahkan disiarkan secara langsung di televisi.

Ketua Majelis Kehormatan Harjono mengatakan, hal ini bertujuan untuk menjaga kredibilitas Hakim Konstitusi. Seorang hakim, menurutnya, tidak pantas apabila ditanyai dengan berbagai macam pertanyaan di depan umum. "Apalagi kalau sampai nanti, misalnya kami teriak-teriak di depan mereka kan enggak pantas," kata Harjono sebelum pemeriksaan dimulai.

Selain itu, menurut Harjono, banyak pula hal-hal dalam persidangan yang tidak dapat diketahui oleh umum. Oleh karena itu, pemeriksaan secara tertutup dilakukan dengan harapan kedua hakim tidak ragu untuk membukanya ke hadapan Majelis Kehormatan.

"Jadi mengantisipasi kalau ada suatu hal yang tidak bisa disampaikan keluar," lanjut Harjono.

Harjono juga menolak jika pelaksanaan secara tertutup ini dimaksudkan untuk menutup-nutupi kasus suap yang menimpa Akil.

Sebelumnya, Majelis Kehormatan telah melakukan pemeriksaan dua kali. Pihak yang diperiksa adalah pegawai MK dan orang-orang terdekat Akil. Majelis Kehormatan juga nantinya berencana untuk memeriksa Akil yang sekarang sudah berada di Rutan KPK. (Ihsanuddin/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×