kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Hadiri kampanye Trump, Setya dinilai langgar etika


Sabtu, 05 September 2015 / 11:32 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai bahwa kunjungan Ketua DPR Setya Novanto ke Amerika Serikat untuk menghadiri aktivitas politik kandidat calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melanggar kode etik. Sikap tersebut, menurut dia, akan berdampak pada hubungan kedua negara.

"Dari sisi etika politik sangat tidak elok. Akan mengganggu hubungan kita, seolah kita mendukung Trump," ujar Bambang di sebuah acara talkshow di Jakarta, Sabtu (5/9).

Bambang menambahkan, sikap tersebut kemungkinan besar akan dipersoalkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Namun mengenai sanksi yang mungkin diberikan, Bambang mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya ke MKD.

Kunjungan Setya ke acara kampanye presiden Donald Trump di Amerika, menurut Bambang, bisa jadi dilakukan dalam rangka belajar menjadi calon presiden atau justru meminta dukungan jika Trump terpilih nanti.

"Ya, mungkin setelah Ketua DPR, (dia) mau jadi presiden," kata Bambang.

Meskipun begitu, Bambang menambahkan, fraksi Golkar tidak akan mengintervensi MKD terkait sikap Setya. Bambang menegaskan, jelas ada indikasi pelanggaran etika dalam sikap tersebut dan menimbulkan keberpihakan karena hanya mendatangi satu kampanye calon saja. (Nabilla Tashandra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×