kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Grasi bagi Syaukani atas dasar kemanusiaan


Jumat, 20 Agustus 2010 / 13:55 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemberian grasi kepada bekas Bupati Kutai Kertanegara Syaukano Hassa Rais atas dasar kemanudiaan. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, Syaukani sedang menderita sakit parah.

"Saya menyaksikan langsung, sudah seperti mayat. Badannya kaku, matanya buta. Tak bisa melakukan apa-apa. Manusiawi tidak kita kalau membiarkannya," ujar Patrialis, Jumat (20/8).

Patrialias mengaku sebagai orang yang memberikan masukan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemberian grasi itu. Perjalanan dikabulkannya permohonan itu pun juga sudah melalui mekanisme yang seusai dengan prosedur panjang.

Patrialis menegaskan, Presiden tidak akan pilih kasih untuk memberikan grasi apabila kondisinya memang seperti Syaukani sekarang. Syaukani dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang setelah permohonan grasinya dikabulkan Presiden.

Dalam suratnya, Presiden mengurangi hukuman narapidana kasus korupsi itu dari enam tahun menjadi tiga tahun penjara. Syaukani sendiri berada di balik jeruji sejak 2007 karena kasus korupsi ketika menjabat sebagai bupati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×