kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.091   11,00   0,06%
  • IDX 5.442   53,91   1,00%
  • KOMPAS100 703   6,47   0,93%
  • LQ45 547   2,52   0,46%
  • ISSI 187   3,34   1,82%
  • IDX30 306   1,02   0,33%
  • IDXHIDIV20 403   3,90   0,98%
  • IDX80 81   0,61   0,76%
  • IDXV30 112   1,74   1,57%
  • IDXQ30 102   0,63   0,62%

Golkar tidak takut berhadapan dengan Jokowi


Minggu, 01 Desember 2013 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. Menggunakan keramik bermotif pada interior rumah bisa memberikan beberapa keunggulan.


Sumber: Kompas.co | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar Indra Jaya Piliang menyatakan partainya tak takut berhadapan dengan kader PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden 2014.

Semakin cepat PDI Perjuangan mengusung Jokowi, akan semakin mudah bagi Golkar untuk meraup keuntungan politik. Indra menjelaskan, saat ini elektabilitas Jokowi terus meroket karena mayoritas calon pemilih menilai sosok mantan Wali Kota Surakarta itu terbebas dari ikatan partai manapun.

Dirinya yakin, para calon pemilih akan berpikir ulang saat mengetahui Jokowi juga diusung dari salah satu partai politik. "Golkar tidak takut berhadapan dengan Jokowi, justru semakin Jokowi cepat dicapreskan oleh PDI-P maka semakin bagus bagi Golkar," kata Indra, dalam sebuah diskusi politik, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2013).

Dukungan terbesar untuk Jokowi, kata Indra, berasal dari pemilih pemula yang berusia muda. Suara dukungan ia percaya akan berubah saat Jokowi diberi label dari suatu partai tertentu. Menurut Indra, berubahnya dukungan untuk Jokowi terjadi karena penilaian masyarakat akan memudar.

Anggapan bahwa Jokowi bekerja untuk kepentingan rakyat akan terbantahkan karena di baliknya ada agenda politik yang tersembunyi. "Publik yang kritis kenyataannya adalah publik yang tidak percaya partai. Kalau Jokowi diusung PDI-P, maka jelas identitasnya, yang dijalankan adalah agenda partai, bukan agenda rakyat," pungkasnya.

Seperti diketahui, Golkar telah menetapkan Ketua Umumnya, Aburizal "Ical" Bakrie sebagai calon presiden di tahun depan. Adapun calon wakil presiden Golkar akan diputuskan selanjutnya dan menjadi wewenang penuh Ical.

Sementara itu, PDI Perjuangan belum memutuskan figur yang akan diusungnya di tahun depan. Hasil Rapat Kerja Nasional III merekomendasikan pada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memutuskan calon presiden sesuai dengan situasi politik terkini dan kesiapan jajaran internal partai. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×