kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gojek hingga Traveloka, dari aplikasi ini bisa akses fitur PeduliLindungi


Rabu, 29 September 2021 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memindai QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Mulai Oktober, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan manjadikan fitur yang ada di PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain, mulai Gojek hingga Traveloka. 

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja.

Termasuk, aplikasi dari Pemerintah Jakarta, Jaki. Jadi, masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.

"Ini akan launching di Oktober nanti. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang," kata Setiaji, dikutip dari akun Facebook Kemenkes. 

Baca Juga: Tanpa aplikasi PeduliLindungi, apa saja syarat naik kereta api dan pesawat?

"Jadi, aplikasi yang paling banyak digunakan itu, kan, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi," ujarnya. 

Periksa secara mandiri

Bagi yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan dengan pesawat dan kereta, tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen serta sertifikat vaksin mereka melalui NIK saat membeli tiket. 

"Sudah kami berlakukan di bandara bahkan di tiket sudah kami integrasikan. Kalau naik keretaapi, sudah tervalidasi saat pesan tiket," ungkap Setiaji.

"Sehingga, tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," imbuh dia.

Baca Juga: Aplikasi PeduliLindungi akan dilaksanakan di 6 pasar rakyat, catat lokasinya




TERBARU

[X]
×