kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.978   131,00   0,73%
  • IDX 5.904   -291,18   -4,70%
  • KOMPAS100 783   -41,15   -4,99%
  • LQ45 592   -27,39   -4,42%
  • ISSI 204   -10,24   -4,77%
  • IDX30 336   -13,67   -3,91%
  • IDXHIDIV20 415   -12,91   -3,02%
  • IDX80 89   -4,72   -5,04%
  • IDXV30 114   -4,01   -3,41%
  • IDXQ30 109   -3,68   -3,28%

Gita mundur, Dahlan Iskan pilih berkelit


Jumat, 31 Januari 2014 / 15:27 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung melintas dekat papan edukasi investasi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Langkah Gita Wirjawan yang memutuskan mundur dari Menteri Perdagangan banyak diapresiasi. Publik pun bertanya adakah ada pejabat lain yang mengikuti langkah Gita.

Selain Gita Wirjawan, peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat yang ada di jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid II adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Mungkinkan Dahlan juga mundur dari kabinet?

Dahlan pun tampak enggan diwawancara langsung media massa. Dia lebih memilih memberikan jawaban melalui pesan singkat. Di dalam pesan itu, Dahlah terlihat bersikap diplomatis. Dahlan mengaku salut terhadap sikap Gita Wirjawan yang menyatakan mundur dari kabinet. Gita, sebut Dahlan, kini sudah 100 persen menjadi seorang politisi.

"Kalau saya sendiri, saya ini tahu berbakat jadi politisi atau tidak. Dan saya masih bersikap bahwa status saya ini belum Capres dan belum tentu jadi Capres," tulisnya, Jumat (31/1/2014).

Gita Wirjawan resmi mengundurkan diri pada Jumat (31/1/2014) pagi ini. Sebelumnya, Gita telah mengajukan pengunduran diri hingga tiga kali. Namun, dua permohonan mundur Gita selalu ditolak Presiden SBY.

Pada permohonan ketiga kali, Presiden SBY akhirnya membalasnya. Pada Rabu (29/1/2014), Gita mengaku menerima jawaban Presiden yang mempersilakannya mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu II.

Gita menyatakan alasannya mundur karena ingin fokus menjalani konvensi calon Presiden Partai Demokrat. Dia juga mengaku tak mau memiliki konflik kepentingan jika harus menjalani konvensi tetapi tetap menjadi seorang menteri. (Sabrina Asril)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×