kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Gerindra masih keukeuh tolak pembangunan gedung baru DPR


Selasa, 29 Maret 2011 / 12:02 WIB
ILUSTRASI. Kapal induk China. REUTERS/Stringer.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menegaskan, pihaknya akan tetap menolak pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kami fraksi partai Gerindra tetap akan menolak pembangunan gedung baru. Tetap konsisten sejak awal," ujar Edhy Prabowo, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), saat ditemui di depan ruang rapat paripurna DPR, Selasa (28/03).

Edhy menjelaskan, sebaiknya anggaran pembangunan gedung baru DPR digunakan untuk mengatasi pengentasan kemiskinan dan pengangguran. "Yang lebih penting lagi, dana itu dapat dialokasikan untuk subsidi BBM di mana sekarang harga minyak mentah dunia sudah di atas US$ 100 dollar per barel. Kalau tidak ditalangi, APBN dapat jebol," urainya panjang lebar.

Dia juga bilang, pembangunan gedung baru DPR dirasa belum mendesak dan penting bagi anggota dan pimpinan DPR. Apalagi, gedung DPR saat ini masih kukuh dan layak digunakan. Itu sebabnya, dia menyarankan agar pembangunan gedung baru DPR ditunda dulu. "Saya yakin pasti banyak anggota DPR yang menolak rencana ini," tambahnya.

Sementara itu, terkait posisi Pius Yustrilanang sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dari fraksi Partai Gerindra, Edhy yakin Pius akan tetap menolak rencana pembangunan itu. "Yah saya tahu kapasitas Tius, pasti beliau akan tetap mengikuti arahan fraksi kami," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×