kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Gerinda minta jatah menteri pertanian dan menteri BUMN


Rabu, 09 Maret 2011 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/pd.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meminta jatah jabatan menteri pertanian dan menteri badan usaha milik negara (BUMN). Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Gerindra Martin Hutabarat beralasan, partainya diajak oleh Partai Demokrat.

Martin menganggap, jabatan menteri pertanian dan menteri BUMN sangat penting. Dia mengatakan, partainya sangat perhatian untuk menambah luas lahan pertanian karena saat ini semakin sempit. "Ini landasan kami terhadap ekonomi kerakyatan," tegasnya, Rabu (9/3).

Mengenai posisi menteri BUMN, Martin mengatakan, posisi tersebut untuk menghidupkan industri pupuk dan Badan Usaha Logistik (bulog). "Kalau bisa kami akan mengembalikan lagi aset-aset perusahaan BUMN yang selama ini dijual. Kami tidak setuju dengan penjualan aset-aset BUMN," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×