kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.608   55,00   0,31%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gelar ratas, Jokowi percepat proyek kereta cepat


Senin, 04 Januari 2016 / 16:05 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) membahas perkembangan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta.

Ia mengaku ingin mengetahui perkembangan persiapan proyek tersebut. Sejumlah menteri Kabinet Kerja dan beberapa kepala daerah hadir, termasuk juga petinggi BUMN yang terlibat.

"Saya ingin tahu kendala dan hambatan baik dalam proses perizinan pembangunan stasiun maupun izin trase," kata Jokowi, Selasa (1/1) di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Terutama, mengenai perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di beberapa daerah yang dilalui proyek tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Jokowi menerbitkan peraturan presiden (Perpres).

Perpres tersebut digunakan sebagai payung hukum atas rekomendasi izin trase jalur kereta yang melintas di Jawa Barat.

Dengan begitu, tidak perlu menunggu perubahan RTRW karena memakan waktu cukup lama.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan semua pihak yang terkait terutama BUMN bekerja hati-hati.

Meskipun tidak ada dana negara dari APBN, jangan sampai kewalahan karena perhitungan anggaran tidak cermat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×