kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Gede Pasek bawakan buku tentang puisi untuk Anas


Senin, 10 Februari 2014 / 12:23 WIB
ILUSTRASI. Cuaca besok Rabu (21/9) dari BMKG di Jakarta dan sekitarnya cerah hingga hujan ringan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sahabat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika kembali sambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/11). Gede Pasek datang untuk menjenguk Anas yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Jakarta.

Dalam kedatangannya kali ini, Pasek juga kembali membawakan buku untuk Anas. Kali ini Pasek membawakan buku berkaitan dengan puisi.

"Kebetulan beliau tampaknya lagi senang nulis berbau-bau puisi. Jadi saya bawakan buku 'Rekonsiliasi dalam Puisi'," kata Pasek kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta, Minggu (10/2).

Lebih lanjut menurut Pasek, dirinya juga membawakan buku Buya Hamka titipan dari sahabat Anas lainnya yang dapat menginspirasi dan memotivasi Anas. "Ini sahabat yang menitipkan. "'Di Bagian Hikmat Illahi' tampaknya bisa berikan inspirasi untuk Pak Anas," tambahnya.

Seperti diketahui, Anas ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari 2013 lalu. Anas ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Anas ditahan di Rutan KPK sejak 10 Januari 2014 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×