kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Garap Proyek Tol, Pemerintah Bujuk China dan Korea Selatan


Kamis, 14 Mei 2009 / 19:27 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rupanya, Pemerintah sedang berupaya membujuk China dan Korea Selatan agar membantu pendanaan tiga proyek pembangunan jalan tol yang tersebar di Jawa dan Sumatera.

Tiga proyek itu adalah jalan tol Solo-Kertosono, Medan-Kualanamo, dan Cileunyi-Sumedang-Dawuhan (Cisumdawuh).

Deputi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional bidang sarana dan Prasarana, Dedi Supriadi Priatna mengatakan, untuk membiayai proyek tol Solo-Kertosono, pemerintah akan menggunakan pinjaman dari Korea Selatan senilai US$ 305 juta. "Pinjaman dari Korea Selatan bunganya 0,15% dengan jangka waktu 40 tahun dan grace periode 10 tahun. Saat ini sedang diupayakan," kata Dedi di Jakarta, Kamis (14/5).

Selanjutnya, Pemerintah akan mencari pinjaman dari China untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamo dan Cileunyi-Sumedang-Dawuhan. Menurut Dedi, jika tak ada aral melintang, Pemerintah China akan memberikan pinjaman senilai US$ 300 juta untuk proyek tol Cisumdawuh dan US$ 180 juta.
"Pemerintah China mensyaratkan jangka waktu pinjaman 15 hingga 20 tahun dengan bunga 2,5% dan grace period antara 3 sampai 5 tahun," papar Dedi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×