kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.074   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.053   13,08   0,22%
  • KOMPAS100 791   2,79   0,35%
  • LQ45 601   1,99   0,33%
  • ISSI 210   -0,40   -0,19%
  • IDX30 340   1,04   0,31%
  • IDXHIDIV20 423   0,78   0,19%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 115   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 109   0,27   0,25%

Gapkindo minta karet digunakan dalam infrastruktur


Minggu, 17 September 2017 / 14:01 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) berharap pemerintah menggunakan karet untuk pembangunan infrastruktur.

"Diharapkan pemerintah dapat megupayakan penyerapan karet alam dalam ramuan aspal karet," ujar Moenardji Soedargo, Ketua Umum Gapkindo kepada KONTAN di Jakarta, Minggu (17/9).

Dia bilang, cara ini telah digunakan oleh Malaysia dan Thailand. Penggunaan karet alam dalam aspal, kata dia, membuat usia aspal lebih lama 50%. Membangun jalan lebih banyak juga tak perlu pusing merawat jalan yang sebelumnya rusak.

Penggunaan itu juga dapat meningkatkan konsumsi karet domestik. Peningkatan ini sudah menjadi komitmen tiga negara konsorsium International Tripartite Rubber Council (ITRC), yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sektor yang difokuskan antara lain transportasi, infrastruktur, olahraga, pertahanan, dan kesehatan.

Moenardji bilang saat ini konsumsi karet domestik di Indonesia sudah hampir mencapai 20%. Konsumsi domestik sebesar 600.000 ton per tahun dari total produksi 3,2 juta ton per tahun. "Jadi hampir 20% ya," terang Moenardji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×