kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Gagal, Mediasi Eks Karyawan dan Hotel Indonesia Natour


Rabu, 11 November 2009 / 11:13 WIB


Sumber: Kontan | Editor: Test Test

JAKARTA. Sengketa antara mantan karyawan Hotel Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Mantan Karyawan Hotel Indonesia-Inn Wisata (HIMKHI) dengan manajemen PT Hotel Indonesia Natour sepertinya akan terus bergulir. Sebab, upaya Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memfasilitasi mediasi antara kedua pihak yang bersengketa tersebut tidak membuahkan hasil.

Dus, meja hijau agaknya akan menjadi jalan keluar bagi kedua belah pihak yang bersengketa itu. "Pihak Hotel Indonesia tetap tidak mau memenuhi tuntutan kami. Begitu pula kami, akan tetap mengajukan eksekusi atas kekurangan pembayaran Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek," tutur Joko Sujono, Ketua Umum HIMKHI, saat ditemui di PN Jakarta Pusat, Selasa (10/11).

Manajemen Hotel Indonesia pun menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan yang diajukan eks karyawan tersebut. Pengacara Hotel Indonesia Tony Aries bilang, pengelola Hotel Indonesia telah membayar kekurangan JHT Jamsostek itu. "Kami akan menyampaikan tanggapan atas pokok perkaranya nanti pada sidang lanjutan minggu depan," tegasnya.

Kasus ini bermula pada 29 Mei 2009. Waktu itu, Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta memerintahkan manajemen Hotel Indonesia membayar kekurangan JHT kepada eks karyawan senilai Rp 1,728 miliar. Tapi Hotel Indonesia menolaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×