kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Fokus ke proyek terpadu demi gaet investor asing


Kamis, 11 Mei 2017 / 19:36 WIB


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan ingin fokus pada beberapa proyek terpadu untuk menjaring investor agar mau berinvestasi di Indonesia.

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengatakan bahwa selama ini upaya menjaring investor masuk ke Indonesia dilakukan dengan penawaran proyek yang terlalu banyak, sehingga tidak fokus pada proyek utama.

"Sejauh ini, pendekatan kita masih belum menggunakan pendekatan terpadu. Pendekatan yang dipakai menyeluruh dan mencakup hampir semua dimensi, jadi bisa kurang fokus," kata Thom di kantor BKPM, Rabu (10/5).

Langkah tersebut khusus dipersiapkan untuk menjaring investor pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR), di Beijing, RRC pada 14-15 Mei 2017 mendatang.

Pada acara tersebut, sebanyak 29 kepala dan pimpinan negara dijadwalkan akan hadir. KTT OBOR merupakan program pertemuan infrastruktur terbesar di dunia.

Thom menambahkan, pemerintah tengah merancang skema pendekatan terpadu yang meliputi semua dimensi seperti pariwisata, kawasan industri transportasi, energi, dan komunikasi.

"Pendekatan terpadunya adalah lewat fokus wilayah. Mau tidak mau kita harus tentukan dua atau tiga wilayah, tapi bisa mencakup semua dimensi. Sekalian kita angkat peluang perkembangan ini lewat program OBOR pemerintah Tiongkok dan program-program lainnya," jelasnya.

Dengan adanya pendekatan terpadu ini, diharapkan satu wilayah dapat menggaet investasi hingga puluhan miliar dollar. "Kita harus mendorong dan menuju pemikiran di skala itu. Satu visi terpadu di beberapa titik wilayah yang nilai investasinya berpotensi hingga puluhan miliar dollar," kata Thom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×