kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Fitch: Dampak pembubaran BP Migas minim


Rabu, 21 November 2012 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang pesawat menunjukan aplikasi PeduliLindungidi Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/8/2021). Mulai 28 Agustus 2021, aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu syarat perjalanan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Fitch Ratings menyatakan, pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) berdampak sedikit bagi perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia. Menurut lembaga pemeringkat utang ini, keputusan Mahkamah Konstitusi itu hanya berdampak langsung pada perpanjangan kontrak baru, pengembangan dan produksi migas.

Dalam siaran persnya, Rabu (21/11), Fitch menegaskan, keputusan Mahkamah Konstitusi itu tidak akan mempengaruhi kontrak migas yang telah dibuat sejak BP Migas berdiri pada 2002 silam. Hal ini juga ditegaskan oleh putusan Mahkamah Konstitusi.

Namun, Fitch menyoroti masalah hukum di Indonesia. Lembaga ini menyatakan ada risiko yang tinggi dari peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia bagi investor terutama dalam bidang sumber daya alam.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi telah membubarkan BP Migas karena dianggap inkonstitusional. Pemerintah sendiri telah mengalihkan fungsi dan peran BP Migas ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×