kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.135   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Fasilitas GSP India dicabut, Kemdag: AS masih evaluasi fasilitas GSP untuk Indonesia


Selasa, 18 Juni 2019 / 19:25 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat (AS) telah resmi mencabut fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) bagi India. Fasilitas GSP ini dicabut setelah AS melakukan peninjauan.

Selain India, Indonesia menjadi salah satu negara yang fasilitas GSP-nya dikaji. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, hingga saat ini fasilitas GSP ini masih dalam kajian.

Oke mengatakan, waktu penentuan apakah fasilitas GSP untuk Indonesia dicabut atau tidak ada di tangan AS. Meski begitu, dia menyebut Indonesia terus melakukan perbaikan atas syarat yang diminta AS supaya Indonesia tetap mendapat fasilitas GSP.

"Kita sudah melakukan pembicaraan dengan Amerika. Ada delapan measures yang harus kita perbaiki. salah satunya di bawah saya adalah perubahan Permendag hortikultura dan hewan, ada yang lainnya. Jadi kita laporkan itu, dikoordinasikan lewat Kemenko, kalau progres kita dianggap comply mudah-mudahan GSP kita tidak dicabut," terang Oke di gedung DPR, Selasa (18/6).

Oke menerangkan Indonesia masih menunggu keputusan dari Amerika Serikat. Dia mengatakan, meski semua syarat yang diajukan AS belum terpenuhi, tetapi dia memastikan Indonesia terus berkomitmen untuk melakukan berbagai perubahan.

GSP merupakan fasilitas yang diberikan yakni berupa keringanan bea masuk terhadap impor barang-barang tertentu dari negara-negara berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×