kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Faktor pemerintah optimistis ekonomi melaju 5,2%


Selasa, 11 Juli 2017 / 19:22 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski pertumbuhan realisasi belanja modal melambat, pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa mencapai angka 5,2%. Angka itu ditargetkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa mencapai angka 5,2%. Meski pertumbuhan realisasi belanja modal pemerintah melambat, pihaknya masih optimistis melihat komponen lain penyumbang pertumbuhan.

"Kami masih optimistis di konsumsi rumah tangga, moga-moga bisa ke 5,1% tahun ini," kata Suahasil saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (11/7).

Dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2017, pemerintah memang lebih optimistis terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor tahun ini. Dua hal itu yang menjadi perhitungan pemerintah dalam mengusulkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,1%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5%. Hal ini disebabkan oleh perbaikan ekspor dan impor yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat.

Selain itu, ekspor dan impor dalam RAPBN-P tahun ini tumbuh masing-masing 4,8% dan 3,9%, juga lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2%.

Sementara itu, konsumsi pemerintah diperkirakan hanya tumbuh 4,6%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%. Begitu juga dengan investasi yang diperkirakan hanya tumbuh 5,4%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×