kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Faktor pemerintah optimistis ekonomi melaju 5,2%


Selasa, 11 Juli 2017 / 19:22 WIB
Faktor pemerintah optimistis ekonomi melaju 5,2%


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski pertumbuhan realisasi belanja modal melambat, pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa mencapai angka 5,2%. Angka itu ditargetkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa mencapai angka 5,2%. Meski pertumbuhan realisasi belanja modal pemerintah melambat, pihaknya masih optimistis melihat komponen lain penyumbang pertumbuhan.

"Kami masih optimistis di konsumsi rumah tangga, moga-moga bisa ke 5,1% tahun ini," kata Suahasil saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (11/7).

Dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2017, pemerintah memang lebih optimistis terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor tahun ini. Dua hal itu yang menjadi perhitungan pemerintah dalam mengusulkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,1%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5%. Hal ini disebabkan oleh perbaikan ekspor dan impor yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat.

Selain itu, ekspor dan impor dalam RAPBN-P tahun ini tumbuh masing-masing 4,8% dan 3,9%, juga lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2%.

Sementara itu, konsumsi pemerintah diperkirakan hanya tumbuh 4,6%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%. Begitu juga dengan investasi yang diperkirakan hanya tumbuh 5,4%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×