kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Faisal Basri: Insentif Banyak kok Investasi Kian Melambat


Rabu, 09 Agustus 2023 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Ekonom Senior Faisal Basri mengaku bingung dengan melambatnya kinerja investasi Indonesia.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Senior Faisal Basri menyoroti pertumbuhan investasi yang makin melambat. Ia bingung dengan fenomena yang terjadi di Indonesia, khususnya dari sisi kinerja investasi Indonesia.

Faisal menilai, kinerja investasi Indonesia terus melambat meskipun pemerintah saat ini gencar menarik investasi dengan memberikan berbagai insentif fiskal pada investor.

"Di Indonesia sekarang ada kemenko investasi, ada menteri investasi, ada satgas percepatan investasi, ada segala macam insentif yang diberikan dari tax holiday sampai segala macam. Kenyataannya pertumbuhan investasi turun terus. Itu saya bingung," ujar Faisal dalam acara Seminar Nasional KTT Indef, Selasa (8/8).

Berdasarkan paparannya, perlambatan investasi tersebut terlihat dari kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang mengalami tren perlambatan. Misalnya pada tahun 2022, PMTB hanya tumbuh 3,9%.

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2023

Ini berbeda jauh dengan tahun 2018 yang bisa tumbuh 6,6%, dan bahkan pada tahun 2012 pertumbuhannya bisa mencapai 9,1%.

Faisal Basri sempat bergurau bahwa dirinya telah berziarah ke makam Adam Smith di Edinburgh, Skotlandia untuk mengetahui alasan investasi Indonesia melambat meski pemerintah semakin gencar dalam menarik investasi.

"Dia (Adam Smith) juga tidak mengerti. Itulah konsekuensi, kata Adam Smith, baca Wealth of Nations tapi tidak baca Theory of Moral Sentiments, gitu kata Adam Smith bisik-bisik ke saya," gurau Faisal.

"Jadi Adam Smith saja bingung melihat Indonesia antara apa yang terjadi, antara apa kata data, dengan kata pejabat-pejabat itu," imbuhnya.

Baca Juga: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,17%, Kemenkeu: Di Atas Ekspektasi Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×