kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Fadli Zon: Terlihat siapa lawan siapa kawan


Rabu, 10 September 2014 / 20:33 WIB
Fadli Zon: Terlihat siapa lawan siapa kawan
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui agen BRILink di Tangerang Selatan, Rabu (28/10). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan, bahwa partai berlambang kepala Garuda tidak merasa kehilangan atas mundurnya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai kader Gerindra.

"Seperti yang kita ketahui, saudara Ahok sudah serahkan suratnya dan diterima DPP Gerindra. Kami tidak ada masalah dan Gerindra tidak merasa kehilangan dia," kata Fadli di rumah Akbar Tandjung Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, Rabu (10/9) malam.

Fadli pun mengatakan, mundurnya Ahok memperlihatkan sifat Wakil Gubernur DKI Jakarta sebenarnya, yang dikenal suka berpindah-pindah partai sejak berkarir sebagai politisi.

"Ahok kan juga dikenal kutu loncat, jadi terlihat siapa lawan siapa kawan. Dalam Pilpres juga dia tidak membantu maksimal kok," cetusnya.

Fadli juga menekankan, bahwa Ahok bukan kader terbaik Gerindra dan selama menjabat Wagub Gubernur DKI Jakarta belum pernah menorehkan prestasi. Sebab, yang dikerjakan Ahok saat ini memang tanggung jawabnya sebagai orang nomor dua di Jakarta.

"Dia biasa-biasa saja, kalau dia menyelesaikan macet, banjir, PKL, itu memang kewajibannya dan dia dibayar karena itu tugasnya. Kalau prestasi itu kan melebihi capaian, itu baru prestasi," ujat Fadli.

Diketahui, Ahok telah resmi mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPP Gerindra, Rabu ini, karena tidak sepaham dengan partainya atas wacana penyelenggaraan pilkada oleh DPRD melalui pembahasan RUU Pilkada di DPR. Dirinya menilai, kepala daerah seharusnya dipilih langsung oleh masyarakat, bukan oleh DPRD. (Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×