kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Fadli Zon: Terlihat siapa lawan siapa kawan


Rabu, 10 September 2014 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui agen BRILink di Tangerang Selatan, Rabu (28/10). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan, bahwa partai berlambang kepala Garuda tidak merasa kehilangan atas mundurnya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai kader Gerindra.

"Seperti yang kita ketahui, saudara Ahok sudah serahkan suratnya dan diterima DPP Gerindra. Kami tidak ada masalah dan Gerindra tidak merasa kehilangan dia," kata Fadli di rumah Akbar Tandjung Jalan Purnawarman, Jakarta Selatan, Rabu (10/9) malam.

Fadli pun mengatakan, mundurnya Ahok memperlihatkan sifat Wakil Gubernur DKI Jakarta sebenarnya, yang dikenal suka berpindah-pindah partai sejak berkarir sebagai politisi.

"Ahok kan juga dikenal kutu loncat, jadi terlihat siapa lawan siapa kawan. Dalam Pilpres juga dia tidak membantu maksimal kok," cetusnya.

Fadli juga menekankan, bahwa Ahok bukan kader terbaik Gerindra dan selama menjabat Wagub Gubernur DKI Jakarta belum pernah menorehkan prestasi. Sebab, yang dikerjakan Ahok saat ini memang tanggung jawabnya sebagai orang nomor dua di Jakarta.

"Dia biasa-biasa saja, kalau dia menyelesaikan macet, banjir, PKL, itu memang kewajibannya dan dia dibayar karena itu tugasnya. Kalau prestasi itu kan melebihi capaian, itu baru prestasi," ujat Fadli.

Diketahui, Ahok telah resmi mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPP Gerindra, Rabu ini, karena tidak sepaham dengan partainya atas wacana penyelenggaraan pilkada oleh DPRD melalui pembahasan RUU Pilkada di DPR. Dirinya menilai, kepala daerah seharusnya dipilih langsung oleh masyarakat, bukan oleh DPRD. (Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×