kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Fadel: Jangan lempar batu sembunyi tangan


Senin, 09 April 2012 / 22:16 WIB
Fadel: Jangan lempar batu sembunyi tangan
ILUSTRASI. Intiland Development. KONTAN/Baihaki/23/11/2020


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya status Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam koalisisi sekretariat gabungan (setgab), kepada Ketua Setgab yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Politisi Golkar, Fadel Muhammad menyatakan, kontrak partai dalam koalisi merupakan kesepakatan antara partai politik dengan Presiden SBY. Maka itu, kejelasan kontrak itu harus disampaikan oleh SBY, bukan oleh partai Golkar.

"Kalau Golkar yang menyampaikan, itu namanya lempar batu sembunyi tangan. Harus pemerintah yang mengumumkan, karena kontrak PKS dengan pemerintah," kata Fadel Muhammad ketika dihubungi wartawan, pada Senin (9/4).

Fadel menambahkan, kontrak koalisi masing-masing dibuat partai politik dengan pemerintah. "Masing-masing parpol kontraknya dengan pemerintah, jadi kalau mau mengumumkan itu adalah kewenangan pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menghendaki pengumuman status PKS dalam koalisi disampaikan oleh Wakil Ketua Sekretariat Gabungan (Setgab), sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesan adanya perang pribadi antara Partai Demokrat dengan PKS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×