kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Erick Thohir pecat direksi KF Diagnostika gara-gara kasus antigen bekas


Minggu, 16 Mei 2021 / 15:01 WIB
Erick Thohir pecat direksi KF Diagnostika gara-gara kasus antigen bekas
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD).

Hal itu dilakukan sebagai buntut kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu. Selain pemecatan, Erick juga membuka penyelesaian kasus hukum oleh pihak yang berwenang. "Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," ujar Erick dalam keterangan pers, Minggu (16/5).

Erick menyebut bahwa kasus tersebut memperlihatkan tindakan yang tak sesuai dengan nilai perusahaan. Oleh karena itu tindakan tegas dibutuhkan sesuai dengan good corporate governance. "Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain," terang Erick.

Baca Juga: Kasus antigen bekas, Erick Thohir pecat semua direksi Kimia Farma Diagnostik

Ia pun menjelaskan adanya kelemahan sistem yang membuat kejadian tersebut dapat terjadi. Oleh karena itu akan dilakukan audit kepada seluruh laboratorium milik Kimia Farma. Kasus tersebut diungkapkan berdampak pada kepercayaan masyarakat. Padahal kepercayaan masyarakat merupakan hal utama bagi industri layanan kesehatan.

Sebelumnya diketahui terdapat tindakan daur ulang yang tak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhadap stik bekas antigen. Stik bekas pakai yang digunakan untuk rapid test (swab) antigen calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu hanya dicuci menggunakan alkohol 75%.

Kemudian, stik daur ulang itu dikirim ke Kimia Farma Bandara Kualanamu untuk digunakan kembali kepada calon penumpang pesawat.

Selanjutnya: BPKN kirim surat ke Presiden Jokowi, minta negara hadir di kasus Jiwasraya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×