kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Era Suku Bunga Tinggi, Begini Jurus Pemerintah Tekan Cost of Fund


Selasa, 05 September 2023 / 20:20 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, era suku bunga tinggi ini menimbulkan risiko berupa tingginya cost of fund (biaya pembiayaan)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian terkait perekonomian global belum akan usai di tahun 2024.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio N. Kacaribu mengatakan, salah satu ketidakpastian yang ada adalah era suku bunga tinggi yang belum akan berakhir.

Era suku bunga tinggi ini menimbulkan risiko berupa tingginya cost of fund (biaya pembiayaan) sehingga APBN 2024 masih akan terus bekerja keras.

Meski demikian, kata Febrio, pemerintah optimistis dalam menghadapi tantangan tersebut.

Mengingat, "Penerbitan SBN cukup kredibel, dan kami terbatas dalam menerbitkan SBN. Kami menurunkan target issuance sehingga diharapkan harga SBN naik dan bunganya turun," terang Febrio saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id, Selasa (5/9).

Baca Juga: Ada Perubahan Asumsi Dasar ICP dan Lifting Minyak untuk RAPBN 2024

Febrio juga menjelaskan, saat ini perbedaan suku bunga SBN Indonesia dengan surat utang pemerintah AS 10 tahun hanya sekitar 220 bps.

Ia menyebut, selisih ini merupakan yang paling rendah sepanjang sejarah. Ini bisa menjadi modal bagi anggaran Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.

"Ini adalah cerminan, bahwa kepercayaan pasar masih tinggi akan kredibilitas tata kelola ekonomi dan fiskal. Ini jadi modal," imbuh Febrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×