kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Endhin Bantah Pilih Miranda dan Terima Uang


Selasa, 28 Juli 2009 / 15:58 WIB


Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa seorang Anggota DPR RI Komisi XI, Endhin AJ Soefihara. Endhin diperiksa sebagai saksi untuk Hamka Yandhu yang menjadi tersangka dalam dugaan kasus suap dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur yang memenangkan Miranda Swaray Goeltom pada 2004 lalu.

Endhin tampak hadir menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 wib. Dia menjalani pemeriksaan selama empat jam. Usai menjalani pemeriksaan, Anggota DPR dari Fraksi PPP ini mengatakan kalau dirinya tak memilih Miranda dalam pemilihan Deputi Senior yang digelar lima tahun silam itu. Alasan tak memilih Miranda lantaran itu adalah kesepakatan fraksinya. "PPP tidak memilih Miranda," katanya.

Lantaran mengaku tak memilih Miranda, Endin mengatakan kalau tak ikut mereguk duit suap yang diduga digelontorkan ke parlemen. "Tidak memilih masa menerima sih," ujarnya.

Soal rapat komisi yang dikabarkan digelar sebelum pemilihan berlangsung dengan tujuan untuk memenangkan Miranda, Endin memilih untuk tak berkomentar. "Sudahlah, nanti saja," katanya sambil bergegas berlalu.
Bagi Endhin pemeriksaan ini adalah kali pertama. Dia juga belum pernah diperiksa sebagai tersangka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×