kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Elektabilitas Ganjar Pranowo 60,2% vs Anies Baswedan 39,8% Versi Litbang Kompas


Kamis, 23 Februari 2023 / 11:27 WIB
Elektabilitas Ganjar Pranowo 60,2% vs Anies Baswedan 39,8% Versi Litbang Kompas
ILUSTRASI. Mantan Gubernur DKI Anies Baswedan (kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil,


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas pada Januari 2023 menunjukkan, Ganjar Pranowo akan mengungguli Anies Baswedan bila pemilihan presiden hanya diikuti dua calon atau head to head.

Berdasarkan simulasi tersebut, Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 60,2 persen, sedangkan Anies memiliki tingkat keterpilihan di angka 39,8 persen.

"Kalau Ganjar berhadapan dengan Anies, Ganjar akan mendapat 60,2 persen, unggul dari Anies yang memperoleh 39,8 persen. Jarak keterpilihan keduanya menjadi 20,4 persen, makin lebar dari survei sebelumnya yang selisihnya 5,6 persen," tulis Litbang Kompas, dikutip dari Kompas.id, Kamis (23/2/2023).

Dalam survei sebelumnya, pada Oktober 2022, jarak keterpilihan antara Ganjar dan Anies masih terlalu dekat, yakni 52,8 persen untuk Ganjar dan 47,2 untuk Anies.

Baca Juga: Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Ganjar 25,3%, Prabowo 18,1%, dan Anies 13,1%

Kemudian, berdasarkan survei pada Januari 2023, bila pilpres hanya diikuti Ganjar dan Anies, suara dari orang-orang yang sebelumnya memilih calon lain, akan terdistribusi keduanya.

Adapun suara pemilih Prabowo akan lebih banyak diraup oleh Ganjar ketimbang Anies. "Ganjar akan mendapatkan 47,2 persen dan Anies memperoleh 40,4 persen dari suara pemilih Prabowo," tulis Litbang Kompas.

Gubernur Jawa Tengah itu juga mendapat suara yang cukup besar dari pemilih Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (45,5 persen) dan mantan Panglima TNI Andika Perkasa (68,4 persen).

Sementara itu, Anies juga mendapatkan tambahan dari pemilih Ridwan Kamil (42,6 persen), serta tokoh lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (62,5 persen) serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (60 persen).

Suara pemilih partai juga akan terdistribusi kepada kedua calon, di mana Ganjar akan mendapat suara terbesar dari pemilih PDI-P, partainya sendiri, sebanyak 78,6 persen.

Dukungan untuk Ganjar juga mengalir dari Pemilih Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Perindo.

Persentase dukungan pemilih partai-partai tersebut lebih besar ke Ganjar daripada ke Anies. Sementara itu, Anies mendapatkan dukungan terbanyak dari pemilih Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional.

Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Meningkat

Survei mencatat, pemilih Partai Nasdem yang memberikan suaranya kepada Anies sebesar 65,2 persen, pemilih PKS memberikan 75,9 persen, dan Demokrat 49 persen.

"Dengan melihat proporsi dukungan ini, pemilih partai dalam Koalisi Perubahan yang terdiri dari Nasdem, Demokrat, dan PKS tampaknya cukup solid mendukung Anies," tulis Litbang Kompas.

Sebelumnya Survei juga menunjukkan, mayoritas pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin (63,5 persen) akan menjatuhkan pilihan kepada Ganjar, sedangkan 57,8 persen pemilih Prabowo-Sandiaga memberikan suara kepada Anies.

Adapun Survei ini berlangsung pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023, serta melibatkan 1.202 responden dari 38 provinsi di Tanah Air. Jajak pendapat dilakukan melalui wawancara tatap muka, dan sampel ditentukan secara acak melalui metode pencuplikan sistematis bertingkat.

Survei Litbang Kompas memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, dan margin of error kurang lebih 2,83 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Simulasi "Head to Head" Survei Litbang "Kompas": Ganjar 60,2 Persen, Anies 39,8 Persen"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×