kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   0,00   0,00%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ekonomi tahun depan diperkirakan tumbuh di bawah 5,2%


Kamis, 12 Juli 2018 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. RAPAT PARIPURNA RAPBN 2019


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Hasil putusan tersebut, akan menjadi bahan penyusunan Nota Keuangan 2019 yang akan dibacakan Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2018 mendatang.

Salah satu asumsi dasar makro yang disetujui DPR, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%-5,6%. Namun, angka itu lebih rendah dibanding yang disampaikan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2019 yang sebesar 5,4%-5,8%.

Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menilai, kisaran asumsi pertumbuhan ekonomi merupakan kisaran yang cukup lebar. Namun perkiraan Anton, pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya akan mencapai angka 5,2%. "Tetapi lebih di bawah," kata Anton saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (12/7).

Hal tersebut, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi akhir 2018 yang diperkirakan sulit tumbuh lebih tinggi. Ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2018, cenderung mengarah ke level 5,1%. "Kalaupun 5,2%, ya 5,2% bawah, sekitar 5,1% sekian lah," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×