kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ekonomi diprediksi lebih lambat dari hitungan awal


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:38 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita mengambil tes penyakit virus corona (COVID-19) di lokasi pengujian pop-up saat varian virus corona Omicron terus menyebar di Manhattan, New York City, AS, Senin (27/12/2021). Kasus Virus Corona di AS Capai Level Tertinggi.


Reporter: Dyah Megasari, Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2013 bias ke batas bawah kisaran prediksi sebelumnya sebesar 5,9%-6,1%. Ini sejalan dengan melemahnya perekonomian global.

Berlanjutnya krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi global melambat.

“Perkembangan tersebut berdampak pada terbatasnya pertumbuhan ekspor dan investasi, khususnya investasi non-bangunan,” jelas Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs, Kamis (13/6).

Sementara, dorongan pertumbuhan terutama berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi bangunan yang diperkirakan masih cukup kuat.

Di sisi eksternal, BI menghitung Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2013 membaik. Perbaikan NPI ditopang oleh surplus yang cukup besar di Transaksi Modal dan Finansial (TMF), setelah mengalami defisit di triwulan I-2013.

Surplus TMF didukung oleh aliran masuk modal investasi langsung dan portofolio seiring dengan persepsi positif terhadap fundamental dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Di sisi lain, sesuai dengan pola musimnya defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2013 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja ekspor masih tertekan karena lemahnya permintaan dan penurunan harga komoditas dunia, sementara impor termasuk impor migas masih meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×