kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Ekonomi di kuartal III masih kepayahan akibat lemahnya konsumsi rumah tangga


Kamis, 05 November 2020 / 13:08 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memperhatikan beberapa jenis sepatu yang dijual dengan potongan harga di gerai Matahari, Jakarta, Kamis (29/10/2020).KONTAN/Fransiskus Simbiolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2020 kembali berada di zona negatif, setelah tumbuh minus 5,32% yoy pada kuartal II-2020. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, PDB Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi sebesar minus 3,49% yoy. 

Adapun, PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp 3.894,7 triliun. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan pada periode Juli 2020 hingga September 2020 tersebut sebesar Rp 2.720,6 triliun. 

Baca Juga: Membaik, ekonomi Indonesia di kuartal III tumbuh 5,05% secara kuartalan

Suhariyanto lalu menjabarkan, sumber kontraksi perekonomian di kuartal III-2020 ini bersumber dari kontraksi konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi minus 4,04% yoy. Masih negatif, meski lebih baik dari kontraksi di kuartal II-2020. 

"Padahal, seperti yang kita ketahui, konsumsi rumah tangga ini merupakan motor penggerak perekonomian domestik. Bobotnya dalam perekonomian Indonesia pun mencapai 57% sendiri," ujar  Suhariyanto, Kamis (5/11) via video conference. 

Dengan kontraksi konsumsi rumah tangga tersebut, ini membuat komponen ini menyumbang 2,17% dari kontraksi perekonomian Indonesia secara keseluruhan di kuartal III-2020. 

Lebih lanjut, meski perekonomian masih mengalami kontraksi, Suhariyanto melihat kalau kondisi perekonomian di kuartal III-2020 ini sudah mulai menuju arah perbaikan yang signifikan. Hal ini terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang terpantau naik 5,05% qtq dari kuartal II-2020. 

Baca Juga: IHSG berseri naik 1,86% pada sesi I, meski ekonomi Indonesia masuk resesi

"Artinya, terjadi perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dan ini bisa menjadi modal yang baik untuk ke kuartal IV-2020 dan kita berharap di kuartal IV-2020 akan menjadi lebih baik, apalagi dengan pelonggaran PSBB," tandasnya. 

Selanjutnya: Perekonomian kuartal III-2020 minus 3,49% yoy, Indonesia resesi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×