kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.528   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.731   -127,77   -1,86%
  • KOMPAS100 896   -20,15   -2,20%
  • LQ45 658   -11,38   -1,70%
  • ISSI 243   -4,60   -1,86%
  • IDX30 372   -4,88   -1,29%
  • IDXHIDIV20 455   -5,93   -1,29%
  • IDX80 102   -1,90   -1,83%
  • IDXV30 130   -2,02   -1,53%
  • IDXQ30 119   -1,22   -1,01%

Perekonomian kuartal III-2020 minus 3,49% yoy, Indonesia resesi


Kamis, 05 November 2020 / 11:21 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan terkait inflasi IHK Oktober 2020 di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (2/11). BPS: Sebagian besar wisatawan mancanegara masuk lewat jalur darat. Foto: Dok BPS.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 masih mengalami kontraksi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di periode Juli 2020 hingga September 2020 sebesar minus 3,49% yoy.

“Sehingga secara kumulatifnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kuartal I-2020, kuartal II-2020, dan kuartal III-2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,03% yoy,” ujar kepala BPS Suhariyanto, Kamis (5/11) dalam pengumuman Produk Domestik Bruto (PDB) di Jakarta.

Menilik ke belakang, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat sebesar minus 5,32% yoy. Perekonomian pada kuartal tersebut tertekan akibat pandemi Covid-19.

Dengan demikian, merujuk ke definisi resesi yang berarti penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut, Indonesia telah resmi masuk ke jurang resesi.

Selanjutnya: Ongkos Besar Menghadapi Resesi, Pertumbuhan Diprediksi Masih Minus Hingga Akhir Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×