kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonomi dan Inflasi AS Memburuk, BI Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi 4%


Rabu, 23 April 2025 / 16:27 WIB
Ekonomi dan Inflasi AS Memburuk, BI Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi 4%
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, kondisi inflasi dan perekonomian AS yang memburuk, akan membuat The Fed menurunkan suku bunganya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebijakan tarif resiprokal yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) kepada sejumlah negara dinilai akan melemahkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut, juga mengerek inflasi AS menjadi lebih tinggi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, kondisi inflasi dan perekonomian AS yang memburuk, akan membuat The Fed menurunkan suku bunganya atau Fed Fund Rate (FFR), dari perkiraan semula menurun menjadi 4%, dari yang saat ini kisaran 4,25%-4,5%.

“Amerika sendiri juga tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang melambat tapi juga inflasi yang akan meningkat. Dan karena itu, prediksinya  Fed Fund Rate yang semula itu diperkirakan akan menurun dari 4,5% pada tahun 2024 menjadi 4,25%. Ini akan menurun menjadi 4%,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (23/4).

Baca Juga: Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Jerome Powell, Berpotensi Ciptakan Kepanikan Pasar?

Adapun Perry memperkirakan, pertumbuhan ekonomi AS akan melambat menjadi 1,7% dari perkiraan semula sebesar 2,2%. Bahkan, menurutnya, beberapa pelaku pasar memprediksi probabilitas resesi di AS mencapai 60%.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, kebijakan tarif resiprokal AS, dan juga balasan retaliasi dari China, selain akan memperburuk perekonomian kedua negara tersebut, juga akan memperburuk perekonomian negara maju dan berkembang.

“Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diperkirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan China sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×