kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Usai Hadir Sidang Ijazah, Pengamat: Jokowi Terlihat Masih Punya Pengaruh Besar


Jumat, 06 November 2026 / 20:12 WIB
Usai Hadir Sidang Ijazah, Pengamat: Jokowi Terlihat Masih Punya Pengaruh Besar
ILUSTRASI. Jokowi hadiri sidang sebagai saksi di PN Jakarta Timur (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih memiliki pengaruh politik besar usai rampung menghadiri sidang perkara ijazah palsu pada Kamis (5/11/2026). Keberadaan Jokowi disebut -sebut menentukan arah regenerasi kepemimpinan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Pengamat politik, Iyyas Subiakto menilai kekuatan politik mantan Kepala Negara tersebut tidak serta-merta luntur karena ketiadaannya di posisi struktural pemerintahan, melainkan terus disokong oleh kekuatan jaringan pendukung serta persepsi publik yang relatif solid.

Dia juga menyebut, peluang keterlibatan aktif Jokowi dalam panggung kepemimpinan partai politik diperkirakan bakal menjadi variabel krusial yang dapat menggeser peta konstelasi dan persaingan antar-partai di tingkat nasional.

Baca Juga: Aturan Ekspor SDA Dirombak, DSI Jadi Perantara Tunggal Mulai 2027

“Sangat besar apalagi kalau pak Jokowi akan menjadi Ketum PSI,” ujar Iyyas dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Menurut analisisnya, keberadaan basis massa pendukung yang mengakar juga menjadikan preferensi politik Jokowi tetap relevan. Khususnya dalam menopang prospek serta karier politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju kontestasi mendatang.

Kendati demikian, dia menekankan bahwa momentum pergantian generasi kepemimpinan nasional dinilai perlu dibarengi dengan pembaruan tata kelola penyelenggaraan negara agar efektivitas pemerintahan tetap terfokus pada pemenuhan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, eksistensi dan efektivitas daya tawar politik Jokowi ke depan juga akan sangat bergantung pada respons dinamika masyarakat serta arah konsolidasi partai-partai politik koalisi. "Ini momentum masa transisi antar generasi dan transformasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jokowi baru saja rampung memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11).

Kehadirannya itu memantik banyak perhatian masyarakat. Bahkan, Sebanyak 6.770 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×